Ini adalah kisah seseorang yang katanya seorang blogger tapi rumah tempat tulisannya tinggal dibiarkan saja. Jika anda merasa enggan untuk membaca dipersilakan untuk pergi membaca sampai habis. Dan jika anda merasa cerita blogger pecundang ini layak baca, monggo dilahap sampai habis, boleh bawa camilan dan secangkir kopi.

Ok, pada dasarnya tulisan enggak penting ini dibuat lantaran si blogger dapat pencerahan. Ia mendadak mau insaf meski enggak disadarkan Pak Haji. Dan sebelum keinsafan itu nyata adanya, blogger pecundang ini ingin ngedumel sejenak perihal muasal ia terjun dan selalu hiatus tanda sebab di belantara perbloggingan tanah air.

Well, Inilah kisah blogger pecundang yang katanya mau insaf itu!

Once Upon a Time, Ada Sebuah Kisah…

Saya enggak sedang nyanyi lagu ciptaan Teh Melly Goeslaw kok. Cuman mau memulai saja cerita yang bakalan panjang. So, siapkan mental waktu anda untuk membacanya sampai habis!

Ehem, Ok mari kita mulai!!

Saya akan bercerita mengenai kapan saya mulai ngeblog. Menulis unek-unek di kepala dan menumpahkannya dalam bentuk sebuah tulisan. Tepatnya sekitar tahun 2009. Saya iseng membuat blog ini. Postingan pertama saya lakukan pada tanggal 14 Juli 2009. (Mohon maaf jika tulisannya masih kacau banget!)

Ada sebuah kisah tentang blogger pecundang [image source]
Ada sebuah kisah tentang blogger pecundang [image source]

Selain iseng, sebenarnya saya ingin kelihatan keren. Ya, punya web sendiri di tahun itu rasanya super. Padahal laptop enggak ada. Tapi blogging jalan terus. Saya kerap pamer ke teman-teman di kampus. Lalu mengajak mereka buat nulis.

Saya: “Ayo nulis di blog, biar keren!”

Teman: “PR Kalkulus dari dosen udah selesai?”

Akhirnya jadi single fighter dan ogah pamer lagi. Dari sana saya sudah mulai goyah buat melanjutkan menulis blog. Tapi saya tahan. Hingga akhirnya tulisan ini dibuat usai hiatus yang lamanya berbulan-bulan, dan bertahun-tahun.

Rajinnya Enggak Ketulungan, Bangun Tidur Wajib Buat Postingan!

Waktu kuliah di era 2009-2010 silam, begitu bangun tidur kuterus makan saya langsung meraih ponsel butut Nokia 6600. Saya buka draf di bagian SMS lalu mulai mengetik buat langsung posting. Waktu itu saya belum ada laptop seperti sekarang.

Biasanya begitu dapat ide langsung saya draf, lalu paginya eksekusi. Hal ini bertahan hingga ada sekitar 300-an artikel.

Alat tempur zaman kelabu [image source]
Alat tempur zaman kelabu [image source]

Bisa dibayangkan ngetik 300-an atrtikel dengan ponsel kecil?

Enggak mau sombong sih. Tapi saya akui waktu blogging pakai ponsel saya sangat rajin. Keterbatasan alat justru membuat saya pantang menyerah. Tapi sejak 2010 saya punya laptop, sifat rajin buat blogging akhirnya sirna.

Jadi sibuk download film bokep, games, dan lainnya!

Perihal Males dan Hiatus yang Saat Itu Kekinian Banget!

Kala itu istilah hiatus benar-benar ngehits banget!

Kalau lagi males ngeblog pasti alasannya banyak kerjaan, enggak bisa bagi waktu hingga mencanangkan diri untuk hiatus.

“Mohon maaf saya hiatus untuk beberapa bulan atau waktu yang tak bisa ditentukan.”

Saya pun melakukannya. Hiatus berkali-kali hingga jiwa buat nulis pun kian redup.

Aduh kepala Berbie pusing mau bloggin [image source]
Aduh kepala Berbie pusing mau blogging! [image source]

Saya sudah beberapa kali mengganti tema blog ini. Atau niche kala orang zaman sekarang menyebutnya. Mulai dengan hal berbau Jepang, tulisan budaya sesuai nama blognya, tulisan random, hingga fiksi dan blog buku.

Tapi semuanya kandas di tengah jalan!

Hiatus Saja Terus Hingga Jadi Pecundang!

Saya sudah jadi pecundang. Bahkan sejak lama!

Begitu mulai males ngetik dan melakukan posting saya sudah menjadi seorang pecundang yang obatnya enggak ada.

Yeah i'm back baby! [image source]
Yeah i’m back baby! [image source]

Pun kalau saya balik lagi nulis, seperti sekarang, julukan itu masih cocok.

Sebut saja saya Bunga bukan nama sebenarnya blogger pecundang!

Sebuah Ironi yang Menampar Wajah ke Kiri dan ke Atas…

Usai kuliah di jurusan Pendidikan Matematika saya bertahan untuk menjadi guru bimbel. Namun lambat laun saya menyadari jika apa yang saya lakukan minim sekali passion. Pertama karena ngurusin anak orang itu susah. Kedua saya realistis jika uang yang dihasilkan minim.

Akhirnya saya selingkuh ke dunia fiksi. Belajar nulis cerpen dan novel. Namun gagal. Sense bercerita saya benar-benar tumpul.

Hingga awal tahun lalu ada teman yang kuliah di Kanada menawarkan diri untuk freelance nulis konten di proyek webnya. Dari sana saya mulai banting setir buat jadi penulis konten. Namun sayang, pekerjaan ini tak bertahan lama, sekitar 2 bulan lebih sedikit.

Jadi penulis konten meski amatiran gitu deh [image source]
Jadi penulis konten meski amatiran gitu deh [image source]

Galau tiada tara, saya akhirnya cari peruntungan untuk tanya pekerjaan ke teman saya waktu zaman chating Mig33 masih booming. Dan akhirnya ia menawari saya bekerja sebagai penulis konten di Boombastis.

Dari sinilah beberapa job nulis artikel terus ada. Ya, walau hasilnya tak banyak tapi lumayan untuk bayar kos dan beli makan.

Ok, kita napas sejenak sebelum melanjutkan cerita.

Sudah?

Lalu beberapa minggu lalu saya diundang sebagai blogger untuk acara launching ponsel terbaru. Lalu besoknya juga diundang untuk kontrak kerja sebagai kontributor web travel.

Lalu mendadak terlintas di benak saya percakapan random perihal eksistensi di dunia blog…

Hore akhirnya nulis lagi! [image source]
Hore akhirnya nulis lagi! [image source]

Hello, apa gue masih blogger? Kalau iya, tulisan terakhir yang gue tulisan kapan?

Kerjaan gue aja nulis buat blog. Lha terus kenapa blog sendiri kosong gitu?

Enggak malu sama anak blog sendiri yang sudah lumutan? Blog orang elo isi tapi blog sendiri ditinggalin. Ah, enggak setia, lo!

Lalu saya memutuskan untuk kembali memulai apa yang telah terjadi. Melanjutkan blog gratisan yang sudah berumur 6 tahun ini!

Kembali ke Jalan yang Benar Dengan Konsep Baru

Setelah berpikir panjang, pagi, siang, dan malam. Saya memutuskan untuk membuka lapak lama ini dan memperbarui konsepnya.

Kali ini saya akan membahas mengenai traveling, kuliner, event, review produk dan web, serta buku (hal ini tetap saya pertahankan).

I'm on the right track, baby. I was born this way. [image source]
I’m on the right track, baby. I was born this way. [image source]

Ke depannya saya berharap akan banyak hal yang bisa saya tulis. Juga dapat banyak undangan di event gratisan penting. Seperti yang teman blogger lain dapatkan.

Singkat kata, saya menyatakan insaf dan kembali ke jalan yang benar. Dan cerita ini sebagai pertanda kedatangan saya ke belantara blogger Indonesia.

Best Regards,

Adi Nugroho

Blogger Pecundang

[NB: Saya mau ganti domain .com biar kelihatan kece dan seger. Ada ide?]

Advertisements