Search

Adi Nugroho

Read and Write 'til DIE

Mengintip Rumah Ahok yang Saat ini Berubah Jadi Tempat Wisata Menarik

Ahok sendiri tidak pernah lupa dengan kampung halamannya sendiri, tempat di mana ia ditempa hingga bisa menjadi pribadi yang sukses seperti sekarang ini tetap ia kunjungi. Apalagi di bangunan megah yang telah mengalami setidaknya tiga kali renovasi tersebut tinggal ibunya tercinta bersama dengan keluarga yang lain.

gambar-4a
Rumah Ahok [image source]

Dalam suatu kesempatan saat ia mengunjungi rumahnya di Belitung, Ahok menjelaskan bahwa bahan bangunan untuk mendirikan rumah didapat asli dari Belitung, misalnya saja Tangga yang terpasang di dalam rumah. “Ini tangga yang buat warga kampung asli. Bapak kasih kesempatan ke warga kampung. Jadi pagar ini yang bikin orang kampung. Bukan dari Jakarta. Biarin jelek, yang penting buatan kampung,” ujar Ahok.

Soal desain, Ayah Ahok ternyata terinspirasi dari gaya bangunan yang ada di sekitar kawasan Ancol pada waktu itu. “Jadi Bapak minta desainnya dari orang Ancol. Akhirnya bapak saya hanya buat setengahnya, dari desain dua tingkat hanya dibuat satu lantai, 1997 lalu. Bapak saya meninggal kemudian diterusin sama saya dan istri,” ucap Ahok.

Masuk ke Bagian dalamnya, kamu  akan menemukan kamar-kamar dan dua bagian serba guna yang luas. Biasanya digunakan untuk menjamu tamu atau tempat berkumpulnya keluarga besar Ahok. Di beberapa sudut juga nampak foto-foto Ahok dalam berbagai kesempatan, bahkan ada juga potret dengan Presiden Joko Widodo.  Jika kamu mau tahu lebih banyak seputar wisata rumah Ahok ini, kamu bisa baca ulasan selengkapnya di sini.

Tips Membuat dan Merealisasikan Ide Agar Menjadi Tulisan Blog yang Bermanfaat!

Singkat saja, masalah utama seorang blogger adalah IDE.

Enggak ada ide sudah jaminan blog jadi bulukan, enggak di-update sampe berminggu-minggu, bulan-bulan, atau sampai lupa sama user dan password-nya. Miris banget kan?

Padahal waktu awal ngeblog saja semangatnya kayak enggak pernah padam. Tapi di tengah-tengah perjalanan, begitu ide kayak wahyu yang datang dari langit, buyar sudah semangatnya. Continue reading “Tips Membuat dan Merealisasikan Ide Agar Menjadi Tulisan Blog yang Bermanfaat!”

Alkisah Blogger Pecundang yang Katanya Mau Insaf!

Ini adalah kisah seseorang yang katanya seorang blogger tapi rumah tempat tulisannya tinggal dibiarkan saja. Jika anda merasa enggan untuk membaca dipersilakan untuk pergi membaca sampai habis. Dan jika anda merasa cerita blogger pecundang ini layak baca, monggo dilahap sampai habis, boleh bawa camilan dan secangkir kopi.

Ok, pada dasarnya tulisan enggak penting ini dibuat lantaran si blogger dapat pencerahan. Ia mendadak mau insaf meski enggak disadarkan Pak Haji. Dan sebelum keinsafan itu nyata adanya, blogger pecundang ini ingin ngedumel sejenak perihal muasal ia terjun dan selalu hiatus tanda sebab di belantara perbloggingan tanah air.

Well, Inilah kisah blogger pecundang yang katanya mau insaf itu!

Continue reading “Alkisah Blogger Pecundang yang Katanya Mau Insaf!”

Novel Review: My Heart and Other Black Holes

Judul: My Heart and Other Black Holes
Penulis: Jasmine Warga
Penerbit: HarperCollins/Balzer + Bray
Terbit:  10 Pebruari 2015
Tebal: 320 halaman
Genre: Young Adult Realistic
Waktu Baca: 4,5 jam
Blurp

Sixteen-year-old physics nerd Aysel is obsessed with plotting her own death. With a mother who can barely look at her without wincing, classmates who whisper behind her back, and a father whose violent crime rocked her small town, Aysel is ready to turn her potential energy into nothingness.

There’s only one problem: she’s not sure she has the courage to do it alone. But once she discovers a website with a section called Suicide Partners, Aysel’s convinced she’s found her solution: a teen boy with the username FrozenRobot (aka Roman) who’s haunted by a family tragedy is looking for a partner.

Even though Aysel and Roman have nothing in common, they slowly start to fill in each other’s broken lives. But as their suicide pact becomes more concrete, Aysel begins to question whether she really wants to go through with it. Ultimately, she must choose between wanting to die or trying to convince Roman to live so they can discover the potential of their energy together. Except that Roman may not be so easy to convince.

Continue reading “Novel Review: My Heart and Other Black Holes”

New Authors Reading Challenge 2015

Pertama saya ingin mengumpati diri saya sendiri karena membiarkan blog ini tak terpakai selama bertahun-tahun. Terkahir posting mungkin setahun lalu. Entah. Setelah berpikir panjang akhirnya saya memutuskan untuk merombak blog gado-gado ini (lebih banyak ngawur tulisannya) menjadi blog khusus buku dan niche-nya. Niatnya mau buat blog baru tapi kok sayang blog pertama ini dianggurin lagi.

Untuk mengawali kebangkitan blog ini, saya akan mengikuti sebuah reading challange (RC). Diharapkan akan ada pemicu untuk saya terus baca dan menulis. Kali ini saya ikut New Authors Reading Challenge 2015 dengan host Ren’s Little Corner.

Continue reading “New Authors Reading Challenge 2015”

Novel Review: All the Bright Places

Judul: All the Bright Places
Penulis: Jenniver Niven
Penerbit: Knopf
Terbit:  06 Januari 2015
Tebal: 388 halaman
Genre: Young Adult Realistic
Waktu Baca: 6,5 jam

Continue reading “Novel Review: All the Bright Places”

Novel Review: We Were Liars

Judul: We Were Liars
Penulis: E. Lockhart
Penerbit: Delacorte Press
Terbit:  13 Mei 2014
Tebal: 227 halaman
Genre: Young Adult Realistic
Waktu Baca: 5,5 jam

Novella Review: The Strange Library

Judul: The Strange Library
Penulis: Haruki Murakami
Penerbit: Knopf
Terbit: 2 Desember 2014
Tebal: 93 halaman
Genre: Misteri/Surealis
Waktu Baca: 1jam

Continue reading “Novella Review: The Strange Library”

[review] The Sweet Sins

Sweet SIn

Judul: The Sweet Sins
Penulis: Rangga Wirianto Putra
Penerbit: Diva Press
Terbit: Oktober 2012
Tebal: 428 halaman
ISBN: 9786027723085
Genre: Young Adult

 

Blurp

 

Ketika sang surya pagi menembus sela-sela jendela, aku tersadar, ternyata aku tidur dalam dekapannya. Aku pun merapat sama eratnya. Di sini, di balik dadanya, aku dapat melihat sinar matahari pagi membelai wajahnya yang rupawan dan melukiskan segala keindahan di sana….

Di Balik Pelukan Terhangatnya…

Komentar

 

Ahhh…

 

Izinkan saya untuk menghela nafas panjang setelah berusaha untuk menyelesaikan novel ini. Jujur, ini bukan novel dengan tema roman antara dua pria pertama yang saya baca. Pernah saya baca karya penulis lokal seperti Andre Aksana dan penulis luar negeri seperti David Levithan. Tapi entah mengapa membaca ini saya merasa… tidak puas. Tapi bukan berarti penulis tidak dapat mengalirkan cerita dengan baik. Hanya saja mungkin jenis roman seperti ini terlalu banyak hal yang mudah, to good to be true meski akhirnya… (tidak akan saya beri spoiler).

 

Novel jenis seperti ini pasti ada dua jenis ending yang berani diambile penulis lokal. Pertama adalah mematikan tokoh entah satu atau keduanya dengan sangat mendadak di ending. Kedua adalah kembali ke jalur hetero normatif dan menikah dengan seorang gadis. Dengan budaya kita yang memandang hubungan sejenis adalah sebuah keanehan maka wajar. Tapi mungkin ada alternatif lain dalam pemilihan ending yang lebih masuk akal dan tentunya tidak membuat pembaca (seperti saya) mematok rata bahwa novel dengan tema demikian pasti bisa dengan mudah ditebak endingnya.

 

Bukannya membandingkan karya mas Rangga dengan karya seorang David Levithan yang sudah mendunia dengan tema LGBT. Tapi pemilihan tema yang diambil David lebih sederhana bagi saya, slice of life biasa tapi penggalian tema dan pengolahan alur yang apik membuat ceritanya lebih bisa diterima. Tidak perlu banyak ornamen dalam cerita tapi lebih pada pendalaman tema yang “oh benar juga ya” dan “kayak gini ada beneran”.

 

Nggak perlu dibuat so sweet atau dibuat sedih menderai-derai.

 

Biasa saja tapi ngena.

 

Rating: 3/5 (not my cup of tea)

 

Up ↑