Deg degan juga kemarin pengumuman kelulusan SMA. Padahal saya sendiri sudah hampir empat tahun lalu lulus SMA. Namun rasanya seperti saya sedang menunggu kelulusan. Tetapi memang benar, saya menunggu pengumuman kelulusan dari lima murid les saya.

Semester genap ini saya mengajar sekelompok gadis SMA. Suatu pengalaman baru, karena biasanya saya spesialis anak SMP. Sejak saya kelas 11 SMA saya sudah mendapatkan murid pertama saya, siswa kelas 9 SMP.

Kembali ke grup SMA, saya sebenarnya agak was was dengan mereka. Dalam kurun waktu 2bulan terakhir sebelum ujian mereka lupa materi matematika kelas 10 dan 11. Saya bingung sendiri bagaimana mengajar ke mereka, tidak mungkin juga saya mulai dari awal, materi dua tahun diselesaikan dua bulan. Dengan sangat terpaksa saya mengdrill mereka dengan soal prediksi ujian. Mengerjakan soal tahun sebelumnya juga. Agar mereka terbiasa dengan soalnya.

Semakin getir mengetahui tryout matematika mereka rata2 5, bahkan ada yang 2. Waduh semakin pusing saya dibuatnya. Namun selama itu kita semua konsisten, dengan mengerjakan soal2, walau tetap selalu saja diselingi ngoceh2. Coba anda bayangkan, saya seorang lelaki di tengah 5 siswa wanita, haduwh ada saja yang diomongin, yang pacarlah, yang kosmetik. Tidak! Ahahah.

Kemarin pagi jam8 salah satu muridku sms kalau semua lulus. Huahhh rasanya plooooong, senang mendengar mereka berlima lulus dengan nilai rata2 7,5 ke atas. Pengen rasanya memeluk mereka berlima, eh tapi gak boleh ya? Heheheh

Karena setiap mempunyai siswa akhir sekolah itu selalu begitu. Dulu yang pas masih SMA dan saya mengajar SMP. Wah rasanya juga begitu, murid saya benar-benar blank materi matematika. Matilah saya kebingungan mau mengajarkan apa. Selama 3 bulan, mengulang materi 3 tahun. Ahaha saya jadi stress lagi. Namun siswa pertama saya itu lulus juga walau nilai pas2an.

Entah kenapa saat lulusan SMA dulu rasanya biasa saja. Saya sudah tidak peduli dengan lulusan, bahkan siswa sudah pada menghilang dengan persiapan SPMB. Saya tahu lulus juga di sms teman saya. Katanya juga lulusan cuma 10an anak yang ke sekolah. Ahaha.

Jadi tidak merasakan yang namanya semprot semprot. Karena baju sudah di sumbangkan ke yang membutuhkan. Saya juga tidak tahu tradisi kelulusan di SMAN 1 Blitar, sekolah saya itu tidak begitu meriah. Sehabis ujian nasional sudah kabur mencari bimbel buat SPMB.

Bagaimana pengalaman menunggu kelulusan sahabat blogger semua?