Yang akan saya ceritakan nanti adalah kejadian yang saya temui saat perjalanan dari malang ke blitar via bus. Semoga kita dapat memetik pelajaran dari apa yang akan saya ceritakan.

Seperti biasa setiap hari sabtu siang sehabis mengajar di SMP, saya pulang ke blitar. Karena sorenya harus memberi privat MIPA. Saya naik bus Bagong untuk perjalananku. Dalam perjalanan pak sopir mendapat telepon dari seseorang. Karena saya di belakang sopir duduknya jadi terdengar pembicaraannya.

Anggap saja sopir adalah “S” dan penelpon adalah “T”. Berikut percakapannya.

S : halo bos, ada pa tumben telepon?

T : gendakan (jawa {kasar}, pacar) aku kayaknya hamil.

S : terus apa masalahnya?

T : aku bingung kang.

S : tinggal nikahi saja, gitu aja kok repot.

T : aku nggak cinta sama dia bos, gimana ini?

S : siapa suruh main-main tidak pake pengaman?

T : keburu nafsu bos,

S : wis gini aja, besok belikan test pack, cek hamil benar apa gak.

T : kalau hamil beneran?

S : belikan anggur campur mension atau yang panas-panas biar rontok.

T : sip bos, suwun (jawa, terima kasih)

Astagfirullah. ,
ternyata orang-orang seperti ini ada di sekitar kita. Semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk mereka, amin.

Menurut teman semua bagamana kejadian di atas?

salam blogger!