Search

Adi Nugroho

Read and Write 'til DIE

Tag

sahabat

Sehidup Semati

Purnama satu terlihat mengintip di balik gegunung yang berpeluk. Mengerlingku yang terdiam memainkan jariku di alir kecil sungai. Air memercik dan menimbulkan bunyi letup.

Aku duduk di atas batu kali yang besar. Ekor mataku menebar kepenjuru sawah yang terlihat meriah dengan gemerlip kunang. Dingin sang bayu tak aku gubris saat dengan lembut melompat di tengkuk.

“Erlina! Kau kenapa?” suaranya masih saja bergeming di ujung rongga telingaku.

“Erlina! Kenapa kau menjauhiku kawan?” hatiku mendesir memutar lagi rekaman suaranya. Begitu jelas. Nyata berdengung.

Rasanya hatiku tersayat ratusan silet. Perlahan dan pasti melelehkan darah hatiku yang sudah kering. Bertahap membuatku membusuk dengan terus berharap dan merindunya.

“Dasar bedebah! Kenapa kau selalu ada untukku! Enyahlah kau dari hidupku!” teriakku menggema di gelap yang memakanku utuh.

***

Continue reading “Sehidup Semati”

Make a Wish

Doa. Aku tak butuh ucapan selamat darimu sayang. Aku butuh keikhlasan hatimu membisikkan doa kepadaku. Dengan tulus serta sarat makna.

Continue reading “Make a Wish”

Aku bangga

kecil, dan tak terlihat,
bak sebuah bakteri di dasar samudra,
terabaikan oleh mata,
tak mungkin dicari dan digali,
Continue reading “Aku bangga”

Aku Bisa Karena Pernah Menyayangimu.

Cerita terinspirasi dari kisah sahabatku, semoga dapat dipetik hikmahnya.

“ Don, awas bolanya,” Indra meneriaki sahabatnya untuk menghindar dari hantaman bola basket yang datang ke arah kepalanya.

“ jdukk,” suara bola begitu keras mengenai muka Dony.

Tak disangka-sangka Dony pingsan karena kerasnya bola yang mengenai mukanya. Sontak semua anak-anak yang saat itu sedang bermain basket langsung bergotong-royong mengangkat tubuh Dony untuk dibawa ke poliklinik kampus. Di poliklinik dengan sigap dokter jaganya melakukan perawataan agar Dony cepat siuman. Sekitar setengah jam kemudian Dony mulai siuman dari pingsannya.
Continue reading “Aku Bisa Karena Pernah Menyayangimu.”

Up ↑