Kamboja putih bergugur tersilir sepoi angin sore itu. Aku terdiam di depan pusara putih. Tanah bergunduk terlihat baru, bertabur tujuh rupa bunga.

Aroma wangimu tercium hingga buatku nanar.

“Sayang, apa kau nyenyak di sana?” kuelus patok putih bertulis hitam itu dengan lembut.
Continue reading “Dengan Caramu”