Search

Adi Nugroho

Read and Write 'til DIE

Tag

Ibu

Aku membenci ibu.

Sejak malam berlendir itu, aku mulai menyukai dingin. Meringkuk di bawah AC hingga menggigil, atau merendam tubuhku di air dengan bongkahan es batu.
Continue reading “Dingin”

Kebiri

Aku ingin menjual batangku. Memangkasnya hingga rapi, seperti saat aku menggunduli jembut di atasnya. Muak! Kutasbihkan ketika melihatnya. Dia selalu membodohiku, menipuku selayak keledai. Padahal dia tak berotak.

Aku ingin menyulapnya menjadi kelamin wanita. Kukira dia lebih anteng. Tidak oleng ke sana kemari. Membuat kegaduhan dan membuang lendir ke mana-mana. Ah! Sungguh aku tak ingin melihatnya. Pembawa bencana.

Sejuta, cash, siapa berminat? Bisa untuk pajangan!

Continue reading “Kebiri”

Greng

Gambar dari Google.

.

.

“Ibu kok nggak mati-mati. Capek aku ngasih makan sama buang ludahmu di ember.”

JANGKREEEEK!

Continue reading “Greng”

Curhat anak

Yah, mentari bersinar indah seperti biasanya. Indah dipenuhi berkas kimilaun begitu mengagumkan. Kala itu aku termenung di depan teras rumahku. Menyerap energi alam pagi yang menyehatkan. Dalam semilir sejuk angin pagi.
Continue reading “Curhat anak”

Up ↑