Search

Adi Nugroho

Read and Write 'til DIE

Tag

Budaya

Teru teru bouzu

Boneka teru teru bōzu

Teru teru bōzu (てるてる坊主) adalah boneka tradisional buatan tangan yang terbuat dari kertas atau kain putih yang oleh petani Jepang petama mulai digantung di luar jendela mereka dengan benang. Continue reading “Teru teru bouzu”

Tembang pucung

Pucung adalah salah satu dari 12 puisi jawa (tembang macapat) yang sangat sederhana sekali. Pucung biasa disebut juga dengan pocung. Pucung adalah tetembangan yang digunakan untuk mengingat pada kematikan, karena dekat dengan kata “pocong” yaitu pembungkusan mayat saat mau dikubur. Selain itu pucung juga berarti woh-wohan (buah-buahan) yang memberikan kesegaran. Dan kata “cung” sendiri mengingatkan pada kuncung yang lucu. Oleh sebab itu perkembangan dari tembang ini merujuk kepada hal-hal lucu atau parikan atau bedhekan (tebakan).
Continue reading “Tembang pucung”

Horimono – Tatto Jepang

Horimono bisa diartikan tatto jepang, secara harfiah kata horimono berasal dari kata “hori” yang berarti ukiran atau pahatan. Sedangkan “mono” adalah barang atau benda, jadi horimono adalah benda yang berukir atau berpahat. Namun kata tersebut biasanya digunakan untuk kegiatan mengukir/memberi ornamen pada mata pedang. Atau dipakai untuk kegiatan merajah tubuh yang disebut “irezumi”. Akan tetapi irezumi Continue reading “Horimono – Tatto Jepang”

Oni no Men – topeng iblis

oni-no-men

topeng bergambar iblis yang digunakan pada perayaan setsubun di Jepang. Perayaan ini biasanya diadakan pada tanggal 3 februari sebagai pertanda awal musim semi (haru) di jepang.

Perayaan atau jika dalam bahasa jepang disebut matsuri ini berlangsung dengan melempar kacang kepada orang yang memakai topeng oni-no-men dan memaki sambil mengucapkan mantra.
“oni wa soto! fuku wa uchi!”
atau jika dalam bahasa indonesia bisa diterjemahkan “setan keluar! keberuntungan masuk!”

Hal ini dilakukan untuk mengusir kesialan yang selalu identik dengan setan atau iblis, dan mengundang masuk keberuntungan dan rejeki ke dalam rumah. Dan setiap orang memakan kacang sesuai dengan umurnya. Seperti hallowen di negara barat.

Up ↑