Judul: The Strange Library
Penulis: Haruki Murakami
Penerbit: Knopf
Terbit: 2 Desember 2014
Tebal: 93 halaman
Genre: Misteri/Surealis
Waktu Baca: 1jam

Blurp
A lonely boy, a mysterious girl, and a tormented sheep man plot their escape from the nightmarish library.
ReviewNovela pertama dari Haruki Murakami yang saya baca awal tahun ini. Ada yang istimewa dari buku-buku yang Murakami tulis sebelumnya. Novela ini semacam picture book. Di setiap bab pendek selalu ada ilustrasi yang menggambarkan isi bab. Buat saya ini cukup membantu untuk memahami isi sekaligus membentuk suasana yang… aneh!
Masih seperti buku yang lain. Tulisan Murakami ini benar-benar aneh. Mungkin sudah jadi ciri khas Murakami yang selalu menulis sesuatu di luar nalar manusia. Dan pembaca dibuat iya-iya saja dengan dunia bentukannya. The Strange Library ini berkisah bermula dari seorang anak yang mengembalikan buku dan bermaksud meminjam lagi di sore aneh, di perpustakaan umum yang mendadak aneh.
Ya, aneh!
Maksud hati ingin meminjam buku tapi berujung pada situasi yang membuat anak tidak bisa berkata tidak terhadap permintaan pustakawan. Pada akhirnya anak laki-laki ini menjadi tawanan dan harus menghafal seluruh isi buku hingga kata per kata. Jika tidak maka otaknya akan di makan oleh pustakawan. Dalam sel dia bertemu dengan manusia domba, dan seorang gadis yang tak bisa bicara.
Kelebihan Murakami adalah mengalirkan cerita apa adanya semau dia. Ide sebenarnya sederhana tapi pengemasan yang Murakami lakukan membuat buku aneh tentang perpustakaan aneh ini jadi hidup. Entahlah, mungkin karena saya sudah ngefans berat dengan Murakami atau buku ini benar-benar memang layak dibaca oleh semua orang yang senang sesuatu yang tak biasa.
Ah, lagi! Murakami juga menyisipkan kesepian ke dalam diri tokoh.
inilah Murakami yang suka menyiksa karakternya dengan kesepian yang tak habis-habis. Dan saya menyukainya! Mungkin karena saya juga orang yang memuja kesepian. Mungkin.
Rating
Saya memberi bintang 4/5 di tulisan Murakami. Sekeren apapun karyanya, tetap saja saya selalu urung memberinya nilai sempurna.