Search

Adi Nugroho

Read and Write 'til DIE

Month

March 2012

Fuji

Waktu kecil ayah pernah bilang. “Jika senja datang pergilah ke tepian laut. Lihat ke arah puncak gunung Fuji. Jika kau melihat cahaya di sana segeralah berdoa. Dalam waktu dekat yang kau inginkan akan terkabul.” Aku masih ingat itu. Bahkan nyaris mengerak hingga setiap detil aku pahami.

Sore musim panas begitu hangat. Aku bersepeda dari rumah menuju pinggiran pantai. Rumahku berada di sepanjang teluk Suruga, Perfektur Shizuoka. Lepas pantai langsung dihadang gunung Fuji. Mungkin desaku memang dilindungi dewa yang bersemayam di ujung gunung sana.

Continue reading “Fuji”

Hanamizuki

Aku terdiam di dekatnya. Menatap berpuing kelopak bunga yang hambur ke udara. Sesaat kemudian dia tersenyum. Menyandarkan kepalanya ke bahuku.

“Hana, apa hari ini kau bahagia?” dia tersenyum lebar. Aku bisa membaca aksara dari setiap gerak wajahnya. Sangat jelas. Aku tahu isi pada ranah hatinya.

Hari ini aku membawakannya sekotak permen buah. Sejak kecil aku hafal apa yang menjadi kesukaannya. Aku berikan dua butir permen warna merah dan hijau. Ia makan sambil memelukku. Erat.

Continue reading “Hanamizuki”

Up ↑