Siapa sih mau mengulang skripsi lagi? Berkutat dengan laptop dan buku tebal untuk kajian pustaka. Mata dengan garis hitam tebal dan kadang rambut acak-acakan. Makanpun tak enak dan tidur tak nyenyak.

Saya sedang mengalami itu.

Apa Adi gagal skripsi?
Tidak saya malah sudah wisuda.

Mungkinkah Adi sedang membuat Thesis?
Mikir mau daftar S2 masih cenat cenut. Apalagi bidang matematik. Ampun S1 rasanya sudah membuatku kualahan.

Lalu apa dong Adi?
Mau tahu kenapa? Beneran? Yakin? Baiklah saya ceritakan.

Kurang lebih sebulan ini saya bergabung dengan salah satu grup kepenulisan di Facebook. Nama grup tersebut adalah Indonesian Writer University (IWU). Grup yang masih rintisan ini beranggota 700an orang sekarang.

Ada salah satu program yang saya ikuti. Program menulis novel dalam 30 hari. Dengan segala keterbatan kemampuan saya dalam bidang menulis. Saya mencoba untuk membuat novel.

Bisa dibayangkan orang yang berhari-hari berkutat dengan angka. Karena saya guru matematika. Sekarang belajar menulis fiksi. Bahkan dasar kepenulisanpun tak punya. Hiyaaa!

Nekat? Memang saya nekat dalam masalah ini. Orang lain bisa menulis kenapa saya tidak. Seorang Andrea Hirata bisa sehebat itu. Apa saya tidak bisa?

Karena sehebat apapun orang kalau tidak bisa menghasilkan tulisan akan hilang dari sejarahnya. Begitu kata Pramoedya. Jadi saya mencoba menulis walau bukan bidang matematika sepeti bidang saya.

Kembali ke topik. Kenapa saya bilang skripsi ke-2. Karena kemarin habis dapat kiriman kripik pedas (baca: Kritik Pedas) dari sensei saya di IWU. Benar-benar sangat mendetail dari cara penulisan. Kohesi antar paragraf. Penyisipan nilai moral dan sebagainya.

Dyarrr!!! Rasanya sedang mengerjakan skripsi. Merevisi naskah. Banyak membaca tulisan tentang falsafah hidup. Untuk asupan novel agar lebih berbobot. Baru membuat 4bab rasanya berat. Hampir pingsan mengerjakan revisi. Menulis itu sulit sekali.

Menulis menjadi sulit karena tak hanya bermain diksi. Tetapi juga menyisipan makna hidup agar karya tak cuma menghibur tapi juga memberi pandangan yang lebih dalam hidup. Memperkaya wawasan dan pengetahuan.

Di akhir tulisan ini saya ucapakan terimakasih buat senseiku. Disela-sela tesis dan kegiatan menulis skenariomu masih sempat membredel calon novelku. Salam Karya selalu.

Cc : Suyatna Pamungkas.