: Karena aku hanya dula¹ yang mengiba pada pucat cempaka

—————————–

Ken terlihat muram penuh aura hitam. Matanya seakan ingin memekik dan mengumpat dengan keras. Tangannya selalu tergenngam dan siap tikam. Berdesir dan mengalir dalam amarah.

Pagi itu saat berangkat baito² dompetnya disambit copet. Jalanan Shibuya ternyata begitu banyak maling. Uang yang akan di kirim kepada ibunya raib saat itu juga. Sewa kamar apartemennya pun juga akan habis.

Benar-benar diujung nasib. Beberapa teman tidak bisa memberinya pinjaman. Semua sama dengannya. Anak muda dari daerah terpencil yang mengadu ke nasib ke Shibuya. Bermodal tangan kaki serta suara.

“Nanka atta no Ken-kun³ ?” tanya cewek dengan style harajuku.

Ken mengerling, “Betsu ni Yumi-chan⁴ . Cuma bingung saja. Apa yang harus aku lakukan. Apa aku lembur saja?”

“Ide bagus, kalau kau mau shift aku ambil saja. Mungkin beberapa minggu ini aku mau ke Kyoto. Kekasihku mau mengenalkanku ke keluarga besarnya” Yumi tersenyum kecil sambil menata barang di rak.

“Souka Yumi-chan⁵ ?”

“Sou da ne⁶ ” jawab Yumi singkat sambil mulai bermain dengan ponselnya.

***

Jam sudah menunjuk di angka 3. Waktunya Ken untuk pulang setelah bekarja lembur dari jam10 pagi. Matanya sudah terlihat merah. Mulutnya tak henti menganga. Menguap menanda ngantuk.

Dengan berjalan gontai dia mententeng sebungkus mie instan. Untuk makannya sebelum tidur. Mulutnya terus mengepulkan uap. Salju turun cukup banyak dini hari itu.

“chou samui da!⁷ ” umpat Ken sambil lonjak lonjak agar tubuhnya agak hangat.

Ekor mata Ken menangkap sesuatu. Suara berisik terdengar begitu nyata disalah satu pojok toko. Siluet hitam. Sedang asik mengacak tong sampah. Seperti kucing.

Ken berjalan mendekat. “Hei apa yang kau cari?” tanya Ken ke anak kecil seumuran 15 tahun. “Hei anak kecil apa yang kau cari” ulangnya lagi.

Anak kecil itu tetap asik mengahamburkan sampah. Suara Ken sama sekali tidak duperdulikan. Tangannya terus memilah dan memilih sesuatu entah apa.

“Hey kau ini ditanya malah diam! Buat apa nak kecil dini hari seperti ini keluyuran?”

“Cari makan untuk Ayahku. Kakak pergi saja kalau tidak mau membantu” sahutnya ketus.

Digelandangnya anak itu oleh Ken. Diangkat kepalanya agar menghadap matanya. “Rumahmu mana?” tanya Ken sambil membersihkan kotoran di baju anak itu.

“Kakak?” anak itu kaget, terlihat seperti ketakutan.

“Tenang aku bukan Yakuza⁸. Ini ambil saja mie instanku. Segera pulang. Kalau butuh makanan lagi bilang saja. Aku kerja di supermarket sana” tunjuk Ken sambil tersenyum.

“Sankyuu⁹ ” ucap anak itu sambil tertunduk.

***

“Ken kemana kamu? Tidak makan dulu?” tanya Yumi sedang asik menyantai nasi kari.

Dengan agak tergesa-gesa Ken berlari keluar. Sekotak makanan di bawanya lengkap dengan sekotak susu. Dengan memakai ponco dari jaletnya dia menembus salju.

Kakinya tertuju ke salah satu pintu keluar stasiun Shibuya. Pintu dimana ada anak kecil yang dia temui tempo hari sedang asik menjajari patung hachiko. Tertunduk menunggunya.

“Sudah lama menungguku Itsuki?” tanya Ken langsung menyerahkan kotak berisi makanan itu.

Itsuki terlihat kaget dan langsung menerima kotak itu. Direkahkan senyum walau terlihat terpaksa. “Doumu arigatou gozaimasu niichan¹⁰” ucapnya mulai bangkit.

“Yasudah sana pulang, aku mau lanjut kerja”

“mou ichido arigatou¹¹ ” ucap Isuki lagi.

“Matte kudasai ne¹² ” Ken berusaha menarik tangan Isuki. “Ini kena apa tanganmu bisa lecet seperti ini” lirik Ken penasaran.

“Betsu ni, jaa mata¹³ ” jawab Itsuki langsung berlari.

***

Itsuki mengangkut pasir dan semen dengan sekuat tenaganya. Malam yang dingin bersalju dihabiskannya dengan mengeruk pasir dengan sekop dan memindahkannya.

Peluh berleleh kemana-mana. Tangan biru dan sedikit lebam agak dipaksakan. Rambutnya terlihat putih di selimuti serbuk serbuk salju.

Giginya bedencit. Tubuhnya begetar dan siap roboh.

***

Beberapa hari ini Ken tidak menemui Itsuki. Siang maupun saat dini hari. Anak itu mendadak raib. Sama sekali tidak ada kabar beritanya seminggu ini.

Berkali siang Ken membawa kembali makanan yang ia bungkis. Pikirannya masih bingung dengan keadaan ini. “Apa dia baik-baik saja ya?” gumamnya terlihat melamun.

“Ken ada yang mencarimu di depan” kata Yumi yang beberapa hari lalu sudah sukses dengan acara keluarganya.

“aku?” Ken berjalan santai ke depan. Seorang pria tua terlihat duduk dan membawa bungkusan.

Pria itu segera berdiri begitu Ken sudah disampingnya. “Ken?” sapa pria itu dan Ken mengangguk. “Ini untuk anda dari Itsuki” kata pria itu menyerahkan bungkusan.

“Untukku?” tanya Ken sembari membuka bungkusan itu. Sebuah dompet dengan isi uang. Di sisi lain terselip sebuah surat.

—————————–

Sebelumnya aku minta maaf kak. Sudah mengambil dompetmu dulu. Hontouni gomen ne¹⁴ . Aku benar-benar butuh uang untuk mengobati ayahku.

Ini aku sudah mengganti uang kakak. Sudah lengkap, tidak kurang apapun. Itu uang hasil kerjaku sendiri.

Terimakasih sudah selalu memberi ayahku makan. Aku tak bisa memberi balasan apa-apa. Mungkin beberapa Yen pengganti uang makan untuk ayah.

Aku senang bisa mengenalmu. Semoga kau mau menerima ini. Aku tahu kakak juga sangat butuh uang ini.

Itsuki,

—————————–

“Saya ayahnya Itsuki, terimakasih buat semuanya ya” Kata ayah Itsuki langsung berlalu.

Ken berlari dan mengejar orang itu. “Itsuki sekarang dimana?” Tanya Ken ngos-ngosan.

“Dia mengalami hipotermia sehingga terjadi masalah pada pembuluh otaknya. Kemarin malam dia mati sambil menyerahkan benda yang kau pegang itu” kata ayah Itsuki kelu.

“Mati?” tanya Ken perih. Ken jatuh ambruk di tumpukan salju. Dompet itu terpelanting dan masuk ke salju.

Tangisnya beku.

———————————–

1. Rakyat biasa (lihat tesaurus Bahasa Indonesia)

2. Bekerja Part time.

3. Ada apa ken? “-Kun” adalah suffix untuk menandakan kemaskulinan. Digunakan di belakang nama pria.

4. Tidak apa-apa Yumi. “-Chan” adalah suffix yang digunakan dibelakan anak anak atau perempuan.

5. Benarkah Yumi?

6. Iya Benar!

7. Sangat dingin!

8. Sering disebut mafia nya jepang, biasanya ditandai dengan tubuh penuh tato.

9. Terimakasih (slang)

10. Terimakasih banyak mas (bentuk sangat formal)

11. Sekali lagi terimakasih.

12. Tunggu sebentar!

13. Tidak apa-apa, see you!

14. Benar-benar maaf.

CMIIW ^^

———————————–

Salam Blogger!