Seorang ayah bertanya kepada anaknya. “Nak, apa kau tahu berkorban itu apa?”.

Anak itu menjawab. “Berkorban itu seperti pahlawan yah, berjunag jiwa raga membela negara!”

Sang Ayah bertanya lagi. “Berarti sekarang tidak bisa berjuang dong, kan sudah tidak ada penjahat. Kita tidak berjuang pakai pistol dan bambu runcing”

“Ah, benar juga yah. Tidak pakai cara itu. Jadi berkorban bukan itu artinya sekarang” seru si Anak.

“Kira-kira apa nak?” sang ayah bertanya lagi.

“Itu yah, pemimpin yang berkorban untuk kesejahteraan bawahannya. Berjuang sekuat tenaga agar bawahannya berkecukupan” jawab anak itu polos.

Sang ayah membelai rambut anakanya. Kemudian dia menatap lekat anaknya dan bertanya lagi. “Pemimpin sekarang banyak yang mikir perutnya sendiri nak, lalu apa masih bisa disebut berkorban?”

“Ah kok salah lagi ya yah jawabanku. Tapi kalau malah mikir diri sendiri itu tidak berkorban tapi mengorbankan orang lain” sahut anak itu manggut-manggut.

“Lalu apa dong nak? Kok dari tadi definisi berkorban kita salah terus. Ada tidak ya berkorban sekarang?” lanjut sang ayah.

“Itu itu yah, orang tua bekerja. Itu juga berkorban lo” rajuk sang anak mencium pipi ayahnya.

“Hmm, jadi yang bisa berkorban cuma yang dah kerja ya? Kalau adik berarti tidak bisa berkorban buat ayah?” tanggap sang ayah sambil mengerling.

Si anak berpikir lagi. Lalu gantian bertanya kepada sanga Ayah. “Lalu berkorban itu apa sih yah?”

“Kalau berkorban itu perasaan yang berkorban gimana nak?” sang Ayah balik bertanya.

“Ya harus senang yah, harus Ikhlas. Kalau tidak senang itu namanya terpaksa bukan berkorban” jawab anak itu agak serius.

“Lalu perasaan yang dibantu atau jadi objek berkorban?” sambung sang ayah lagi.

“Ya senang yah, pasti senang”

“Jadi kan intinya senang dan senang antara yang berkorban dan orang yang dikorbani, ya kan?” jelas sang Ayah.

“Benar Yah” sahut si Anak semangat.

“Adik mau berkorban buat ayah tidak?” tanya sang ayah.

“mau mau mau”

“Tersenyumlah yang Manis di depan ayah, maka adik udah berkorban” kata sang ayah sambil tersenyum.

***

Jadi berkorban buat sahabat blogger semua apa?

***

Saya sekeluarga mengucapkan.
Selamat Hari Raya Idul Adha.
Selamat berkurban!

Salam!

Recent Posts :