Sore ini rasanya badanku sangat capek. Setelah seharian mengajar dari jam pertama sampai jam terakhir aku tak berhenti mengoceh di depan kelas. Memang sih katanya sekarang guru cuma fasilitator dan siswa lebih aktif. Namun pada kenyataan di lapangan sangat berbeda. Jika siswa kita biarkan tetap tidak akan memahami materi. Dengan terpaksa kembali ke masaku dulu, guru cerewet di depan kelas.

Aku melintas melalui jalanan yang cukup ramai menggunakan sepeda. Beruntung rumah orangtuaku dekat dengan sekolah tempat kerjaku. Jadi aku bisa hemat biaya dan sekaligus sehat. Ya, itung-itung mendukung gerakan go green. Mengurangi hembusan asap-asap kendaraan.

Sore ini aku ingin melaju melewati jalur lain sebelum ke rumah. Memotong dan melewati jalan tikus. Menerobos jalanan dan gang-gang yang sebelumnya tidak pernah aku lalui. Begitu berkelok membuat aku bingung juga. Sebelum akhirnya keluar ke jalan agak besar yang merupakan jalur TPA.
Continue reading “Tumpukan Sampah”