Sekarang saatnya liputan wisuda UM semester genap 2010/2011 pada hari minggu 18 September 2011. Secara tepat waktu wisuda dibuka oleh Rektor bapak Suparno pada pukul 8.00 WIB di graha Cakrawala UM. Wisuda di UM di bagi menjadi 2 tahap, hari pertama pada sabtu dan hari kedua pada minggu. Total yang di wisuda sekitar 3980 wisudawan.

Saya salah satu dari orang beruntung yang ikut wisuda pada hari minggu. Sebagai salah satu lulusan FMIPA UM jurusan Matematika. Saya lulus bersama sekitar 500an lulusan FMIPA menempati bangku sebelah kiri di graha cakrwala.

Seperti layaknya wisuda, hal yang pertama adalah di lakukan pembukaan sidang senat oleh rektor UM. Dilanjutkan bernyanyi Indonesia Raya, mengheningkan cipta dan menyanyi mars UM. Saat mars UM seluruh wisudawan dengan antusias menyanyikannya kata demi kata. Terasa merinding dengan suasana suka yang begitu gegap gempita. Aku akan sangat merindukannya.

Acara selanjutnya adalah pengukuhan wisudawan oleh rektor. Dengan bangga jurusan matematika mengirim lulusan terbaik sebagai wakil. Dialah saudara Shandi Pratama. Pemuda kelahiran malang selama empat tahun saya sekelas dengan dia, dan hampir tiga tahun jadi teman satu kos nya. Kebanggan kami menjadi temanmu🙂

Di lanjutkan pidato oleh wakil wisudawan. Dengan bangga lagi teman saya dari Matematika UM, saudara Hafidh Jauhari menjadi wakil 1985 wisudawan pada hari itu. Dengan lantang dan semangat saudara Hafidh menyerukan tentang perubahan mindset para wisudawan. Janganlah mencari kerja tapi membuat lapangan pekerjaan. Selain itu dia juga mengutip pepatah arab, “Man jada wa jada” seperti pada novel Negeri 5 Menara. Pidatonya mendapat apresiasi yang besar dari rektor. Saat jabat tangan, rektor menjabat lama dan berbincang sebentar dengannya. Teman, aku sanggat bangga juga kepadamu🙂

Acara orasi ilmiah adalah kelanjutannya. Dan betapa terkejutnya saya karena pembicaranya adalah Agus Gazali Rahman. Beliau adalah runner up Master Chef Indonesia. Yang membuat kaget lagi adalah beliau alumni dari UM jurusan Tata Boga yang tahun lalu baru di Wisuda. Suatu kebanggan yang besar tahu jika lulusan UM ternyata orang yang hebat. Orasinya berisi tentang mengubah kendala dan tekanan menjadi motivasi. Rektor sangat terpukau, dan menawarinya menjadi salah satu pengajar di UM. Mas Agus, saya sangat bangga kepada anda🙂

Acara selanjutnya adalah ucapan selamat dari rektor. Rektor menyalami satu per satu wisudawan hari kedua itu. Acara itu juga diselingi dengan hiburan, salah satunya adalah penyanyi tenor terbaik UM, dengan prestasi tidak hanya nasional tapi juga Internasional. Saya heran kenapa dia tidak ikut Idol, mungkin saya prediksi bisa menjadi juaranya. Selain itu rektor juga menyumbang satu lagu jawa pada acara wisuda. Acara menjadi semakin meriah.

Acara di tutup dengan alunan lagu dari paduan suara mahasiswa, dengan syair seperti ini.

” Sayounara, sayounara..
Selamat tinggal UM tercinta..
” Sayounara, sayounara..
Selamat jalan teman tercinta..
” Sayounara, sayounara..
Selamat tinggal dosen tercinta..
” Sayounara, sayounara..
Selamat jalan teman tercinta..

Serasa sedih bercampur haru biru saat mendengar itu. Aku kan berpisah dengan teman yang selama empat tahun berbagi suka duka. Sahabatku Matoffer 07, kebanggaanku adalah memiliki kalian semua. Orang-orang hebat yang mungkin tak akan pernah aku temui lagi.

Untuk kawanku

Tahukah kawan?
Sayu silir gelak tawamu masih sering
terngiang di ujung rinduku.

Berputar tak berporos,
mengalir dan
membuncah memberkas kesumba warna
tersorot surya.

Tahukah kawan?
Hangat aura kebersamaan masih kadang
melintas mesra di sekatsekat ruang
rinduku.

Mengharu dan membirukan susunan sel
bernada.
Merdu membuai pilu.

Yah,
dimensi jarak membentang,
memisah tanpa celah,
Meregang tanpa bimbang,

Namun,
Buihbuih rinduku masih membaur,
Melintas lapis langit,
Menyasar inti jiwa kalian.

Kawanku,
Aku merindumu,

Salam Blogger!

NB: pic menyusul ya, hehe..