Pagi menghambar seperti biasanya. Cicitan penguasa angkasa di dahan pohon merdu seperti biasanya. Berkas menyebar dari rekahnya surya ufuk timur hangat tak ada beda. Embun menetes masih tetap membasahi rumput di taman.

Pagi masih seperti biasanya. KeajaibanNya masih selalu indah untuk dilupakan. Bersama terpaan sepoi angin pagi yang menyejuk. Lukisan pagi masih berona jingga penuh aura semangat.

Namun, aku masih seperti biasanya juga. Kala pagi aku masih dipojok ketakpastian. Masih berselimut hitam tak bercelah putih. Serta masih merindurindu haus kasihMu.

Pagi berembun bening berbalut cicitan penguasa angkasa masih seperti biasanya. Namun aku ingin tak menjadi biasa. Menebas candu keterpurukan. Mengiris agar terluapi putih harap yang mengharum. Yah, aku ingin pagi yang biasa dengan aku luar biasa.

Pagi masih seperti biasanya,
Saat aku menyongsong masa keemasanku..
Aku bisa!

Salam Blogger!
Adjavas.