Bulan ini adalah bulan yang sangat istimewa. Karena dua perayaan besar begabung menjadi satu. Bulan ajaib nan penuh hikmah hadir berbalut bulan kemerdekaan. Bukankan ini kombinasi yang keren?

Bulan Ramadhan yang penuh ampunan selalu menjadi rinduan umat muslim di seluruh penjuru dunia. Khalayak ramai menyambut bulan ini dengan penuh sukacita. Karena pada bulan ini limpahan pahala akan terkucur deras. Jikalau diperbolehkan mungkin manusia akan meminta 12 bulan berlebel ramadhan.

Agustus, bagi kita bangsa Indonesia pasti akan langsung terbayang serentetan acara penyambutan. Melintas di jalan pasti banyak bendera merah putih berkibar gagah, atau juga warna warni “umbul-umbul” terpasang apik berjajar. Berbagai lomba-lomba diadakan, mulai lomba olahraga, baca puisi sampai pawai karnaval budaya. Semuanya menyambut bulan hebat ini.

Dua bulan hebat bersatu, semangat penyambutan harusnya makin hebat. Bulan kemerdekaan dan bulan ampunan berkolaborasi. Serasa menyusuri setiap sel tubuh semangatnya. Mengalir melalui pembuluh darah dan mengedar disetiap celah-celah sempit tubuh.

Manusia pasti punya sisi yang boleh dikatakan tidak baik. Entah disadari maupun tidak. Umpamakan hal yang tidak baik itu adalah suatu area. Area yang terkekang dan terjajah. Area yang masih berisi siksaan dan pelanggaran kemanusiaan.

Anggap kita punya area tersebut.semakin hari semakin banyak spot area itu pada diri kita. Setiap mili tubuh dikuasai oleh area jajahan. Kemungkinan besar tubuh kita menjadi area jajahan semua.

Pertanyaannya adalah…

Maukah kita merdeka dan tanpa jajahan lagi?

Tiba-tiba muncul berkas cahaya yang bisa membebaskan kita dari jajahan. Cahaya itu adalah bulan ramadhan. Cahaya itu adalah semangat berjuang. Cahaya itu adalah keinginan untuk mau berubah menjadi baik.

Muncul pertanyaan lagi..

Mungkinkah kita bebaskan area terjajah kita?

Mungkinkah? Mampukah?

Jika kita bilang “mungkin”, maka ada dua hal yang terjadi yaitu bisa bebas atau tidak sama sekali. Jadi kita harus punya keyakinan yang kuat. Saya mampu membebaskan area jajahan pada diri saya. Saya yakin saya bisa.

Kita harus punya keyakinan yang kuat bahwasanya kita mampu berubah. Mampu menjadi lebih baik lagi. Tidak akan melihat ke masa lalu yang suram yang membuat kita minder. Tidak akan menyerah dan pasrah tanpa usaha.

Dengan momen munculnya dua tenaga ajaib ini diharapakan kita mampu memenangkan atau memerdekakan diri sendiri. Membuat diri sendiri bangga dengan yang kita lakukan. Setiap manusia diberi kelebihan dan jalan masing-masing

Memerdekakan jiwa raga adalah pilihan yang tepat.

Bebaskan Putih

Terantai ego dunia,
Terpasung gerak nalar,
Serap ruang sadar,

Riang induk penggoda,
Incar juta cucu adam,
Siap berbelok terjajah,

Romusha nafsu berjaya,
Dalam kelam sumbu neraka,

Tapi,
Kemilau rona jiwa tiba,
Bulan rinduanNya,

Laku meniti lurus,
Cakap tertahan pikir,
Hasrat membeku batu,

Perlahan,

Kikis dimensi hitam,
Tebas noda jiwa,
Dalam simfoni nada cinta,

Allah,
terisi dzat Itu,
Dalam temaram hati bertandus,

Kompetisi menangkan cahaya,
Tigapuluh hari pembebasan,

Tibalah,

Rinairinai tirta taman surga,
Luluh simpul jerat,

Yah,
Akhir cantik memercik,
Ungkap putih,

Juang tak gentar,
Runcing bambu meyerbu,
Bebaskan putihku!!!

Selamat Mereyakan Hari kemerdekaan Indonesia dan kemerdekaan diri sendiri🙂 semoga sisa ramadhan terselesaikan dengan indah.

Salam Blogger!