Hawa dingin pagi ini sungguh dingin. Setiap selimut tersibak aura mematikan langsung menyerang. Seolah bernang lincah pada sel tubuhku dan menembus tulang. Brrrr… Aku tidak mau keluar dari selimut.

” Mas bangun mas, cepat makan sahur,” adikku yang paling besar membangunkanku.

” Iya dek, sebentar lagi. Masih adem banget, aku gak kuat,” jawabku dari bawah selimut.

Harum masakan ibuk begitu menggoda. Terdengar bunyi minyak yang membuncah merdu. Sepertinya makan enak sahur pagi ini. Aku beranjak dan menuju dapur.

Di meja sudah tersaji makanan yang membuatku ngiler. Segera aku sambar piring dan mengambil nasi dari ricecooker. bersendok besar lauk aku ambil dan beberapa kerupuk.

Sambil bersila aku nyalakan tv di ruang tamu. Kuganti beberapa stasiun televisi. Semua berisi acara pengantar sahur yang syarat humor dari yang lucu sampai maksa dilucukan.

Santapan sahur aku gilas sampai tak bersisa. Acara tv juga semakin menjemukan. Aku matikan tv dan balik ke kamar lagi. Aku ambil selimutku lagi dan berguling-guling sampai hangat.

Setelah hangat aku ambil HP ku dan mengirim sms ke si ehem. Aku bangunkan dia untuk makan sahur. Namun lama gak berbalas smsku. Aku putuskan untuk bertwitter ria. Di sana aku bertemu dengan bro Setiaonebudhi dan bro Indra.

superscreenshot0003.jpg

Ngobrol naglor ngidul tidak jelas di twitter membuatku tertawa tidak berhenti. Dari banyolan lucu, sampai maksa sampai jadi garing. Sampai akhir satu peratu hilang dari timeline twitter.

Tiba-tiba hape berbunyi nyaring. Si ehem baru balas sms. Wah dasar tukang ngebo, masa sejam kemudian smsku baru di bales. Ku balas smsnya agar cepat sahur sebelum imsak datang.

Mendadak terlintas sesuatu. Ya, H-8. 8 hari lagi aku ujian skripsi. Serasa langsung tak tenang perasaanku. Terbayang horornya suasana saat nanti aku di uji. Tidakkkk, rasanya jadi lemes dan dingin semua badanku.

Yah, gara-gara itu aku jadi tidak bisa tidur. Aku browsing mencari info beberapa kontes menulis cerpen dan novel di FB. Tidak tahu kenapa aku jadi suka add teman penulis atau penerbit di FB.

Aku buka laptopku. Mulai aku ketik proyek novel perdanaku. Aku mulai berimajinasi jauh sambil mengetikkannya pada laptop. Setelah kurang dari 3 lembar, imajinasiku buyar. Skripsi menggangguku lagi. Huhuhu.

Aku putuskan keluar rumah mencari udara segar. Ku tarik nafas kuat agar agak lega. Yah, mendekati tanggal sidang aku menjadi semakin tidak tenang. Wah, aku serasa lemas berkepanjangan.

Matahari sepertinya sudah mulai beranjak ke atas. Siang ini aku membaca novel Ranah 3 Warna yang selalu tertunda. Ku baca lembar demi lembar sambil menghayati isinya. Andai aku seperti Alif, hebat sekali dia. Orang yang sangat berbakat.

02082011.jpg

Tiba-tiba dua ponselku bergetar. Sms dari si ehem sama teman dari malang. Jadi bingung antara baca novel dan smsan dengan dua orang. Dilema.

Untung si ehem pamit mau tidur dulu. Tinggal temanku yang dari malang ini. kami ngobrol menggunakan bahasa jepang lengkap menggunakan tulisan jepangnya. Yah, agak kerepotan juga dengan kanji yang kadang aku tak hafal. Serasa sms dengan orang jepang. Dan smsnya juga menggunakan emoji. Seperti hape docomo di jepang.

superscreenshot0002.jpg

Sambil menunggu waktu buka akhirnya aku menulis cerpen ini. Dari hape yang tak lepas dari tanganku.

Bagaimana kabar puasanya teman? Lancar?

Oiya mohon doa buat kelancaran sidang saya ya🙂

Salam Blogger!

Posted by Wordmobi