sepi,
hening,
kosong,
kala gelap sore itu,
balutan mega menghitam,
dan hentakan kilat memecah bisu,

belai lembut sang bayu begitu dingin,
riuhkan dedaunan yang mulai goyah dan gugur,
perlahan dan pasti rintik pun tiba,
hujan sore itu datang,
menuju singgahsananya di bumi.

kupejamkan mata batinku,
menyerap dingin dan keheningan,
kian hampa, tak berwujud,
aku sepi,

tubuhku terangkat,
terpelanting sempurna di tengah bara dingin hujan,
meringkuk,
menggigil,
takut,

tubuhku basah kuyup,
namun hati ini gersang bertandus,
dalam dan terus kedalam,
kuingin hujan banjiri hatiku.

kuacungkan telunjukku,
rasa dan aroma sejuk menjalar,
baju kelam diriku mulai luntur,
kuliukkan jemariku bak kuas,
asma Mu ya Allah,
hamba tulis dengan tinta hujan ini di dadaku.
terpatri indah dalam kalbu,
Aku rindu..


poetry hujan

Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Putri Amirilis.