Search

Adi Nugroho

Read and Write 'til DIE

Month

June 2011

Malam mu, Malam ku

silir angin malam,
gesek sela rimbun dedaunan,
lantunkan melodi alam yang indah dalam kesunyian,

jam kehidupan yang tak pernah berhenti berdetak,
mencatat dan mengurangi usia,
merekam memori tiap detik nafas,
Continue reading “Malam mu, Malam ku”

Forest, the last green treasure

Tidaklah berlebihan jika saya mengatakan bahwa hutan adalah harta karun hijau yang terakhir. Harta yang memiliki kehidupan, bisa tumbuh dan bahkan memilki kehidupan lain di dalamnya. Karena harta jika sudah hilang dan lenyap pastilah akan sulit dikembalikan. Bagitulah hutan, jika sudah gundul, butuh berapa tahun menumbuhkan pohon sebanyak itu. Membesarkan pohon dari bibit sampai raksasa. Mungkin 10tahun atau bahkan 20tahun.
Continue reading “Forest, the last green treasure”

Anxiety

Pernahkah sahabat blogger semua berada dalam suatu keadaan takut atau cemas yang berlebih? Takut jikalau nanti kita jadi cemas sebelum melakukan sesuatu. Cemas jika yang akan kita lakukan akan gagal padahal belum pernah dilakukakn. Namun ketakutan itu justru mengganggu kita dan membuat kita jadi tidak produktif.
Continue reading “Anxiety”

Hari yang Indah


Senja yang indah di kaki langit. Lembayung sutra berkilauan, berwarna emas, begitu memukau sepasang mata ini. Waktu tak mungkin terhenti walau bermikron detik, terus bergulir tanpa mengenal lelah. Siang yang terik seakan menguapkan cairan tubuh, berganti silir sang bayu yang membekukan tulang malam ini. Waktu begitu cepat berubah tanpa kusadari.

Ku berjalan di pematang sawah, berbalut syal di leherku. Setahun lalu aku menerima ini darimu. Tepat di bulan Juni yang penuh cinta, bulan yang penuh kenangan. Begitu hangat, seakan kau memelukku dengan erat. Dingin malam tak berani menggores kulit tubuhku.
Continue reading “Hari yang Indah”

Senjata Bloggingku

Mengenal internet sepertinya agak lambat buatku. Aku baru mengenalnya sekitar tahun 2006 saat kelas 11 SMA. Jaman itu masih tenarnya jejaring sosial Friendster, sebelum munculnya Facebook dan Twitter yang mulai menjamur sekarang. Bahkan anak SD sekarang sudah bisa bermain jejaring sosial itu.

Memasuki jenjang kuliah aku baru mengenal media mobile chat seperti Mig33, Mxit dan Nimbuzz. Namanya juga dari kampung jadi melihat hal seperti itu sudah seperti ajaib. Sampai sekitar Juli 2009 disaat libur panjang kuliah aku mengalami kebosanan. Nemulah aplikasi opera mini.

Dari peramban inilah ide gila itu muncul. Ide membuat blog dari ponsel. Berbekal nokia 6600 bututku aku mulailah membuat blog. Waktu itu masih membuat di blogspot dengan domain yang entahlah aku lupa juga sekarang. Yang penting main posting, dan jadi blog yang alakadarnya.

Hari berikutnya aku lihat, kok tidak ada komentar ya? Hari berikutnya juga tetap tidak berubah, dan aku tinggal itu blog. Sampai akhirnya muncul lagi keinginan membuat blog, saat itu ganti pakai wordpress, membuat blog ini. Dan akhirnya ada satu komentar di blog saya. Membuatku senang, walau cuma satu komentar.

Saat itu aku belum tahu apa itu BW. Aku sampai googling apa itu maksudnya. Dan akhirnya tahu, jika ingin dikunjungi maka berkunjunglah. Mungkin itu hal yang patut diketahui oleh blogger pemula seperti saya.

Berbekal ponsel yang terinstall opera mini saya memulai perjalanan blog ini. Memang beberapa kali mengalami pasang surut dalam melakukan aktifitas ini. Sempat vakum atau sering disebut hiatus dari ngeblog. Ada kala semangat ada juga jenuh tanpa inspirasi menulis. Disamping posting pakai ponsel itu sangat sulit dan boros pulsa tentunya.

mobile blogger

mobile blogger

mobile blogger

mobile blogger

mobile blogger

mobile blogger

mobile blogger

Baru sekitar 2010 saya benar-benar berterima kasih pada wordpress. Sudah membuat versi mobile blog yang dihosting nya. Buat posting juga lebih mudah dengan versi mobile. Dan bertemu sahabat-sahabat blogger. Seperti bunda Lily, bli Budi, om Nh18, PakDhe Cholik, mbak erwin yang tak kira dulu laki-laki, bang Ahsanfile, kang Ian, mas Alam, mbak Isnuansa dan masih banyak lagi. Berharap bisa bertemu beliau beliau senior.

Dari situlah sekitar 260 artikel tercipta dari hape bututku, sebelum terupgrade hape baru yang lebih baik kualitas kerjanya. Awal dulu saya pakai hape non qwerty untuk menulis ratusan artikel, berbekal fitur copy and paste ponsel. Sekarang lebih terbantu pakai qwerty, lebih cepat ngetiknya.

Benda yang sering ku pegang kemana-mana. Karena begitu melihat sesuatu dan terpikie, saat itu juga jemariku mengetik artikel. Entah di bis, stasiun atau lagi makan di kantin. Draft sms tidak pernah kosong dari draft postingan blog. Benar-benar senjata yang hebat. Bisa update tulisan blog teman dimana saja aku berada.

Memang banyak kekurangan dalam berselancar blog via ponsel. Apalagi blog yang tidak mobile, lemot dan kadang suka gagal mengirim komentar. Tapi aku sangatlah menikmatinya. Malahan aku canggung mengetik artikel dengan komputer. Entah kenapa aku nyaman melakukan aktifitas ini dengan ponsel, senjataku yang hebat.

Wanna try??

Up ↑