Senja yang indah di kaki langit. Lembayung sutra berkilauan, berwarna emas, begitu memukau sepasang mata ini. Waktu tak mungkin terhenti walau bermikron detik, terus bergulir tanpa mengenal lelah. Siang yang terik seakan menguapkan cairan tubuh, berganti silir sang bayu yang membekukan tulang malam ini. Waktu begitu cepat berubah tanpa kusadari.

Ku berjalan di pematang sawah, berbalut syal di leherku. Setahun lalu aku menerima ini darimu. Tepat di bulan Juni yang penuh cinta, bulan yang penuh kenangan. Begitu hangat, seakan kau memelukku dengan erat. Dingin malam tak berani menggores kulit tubuhku.
Continue reading “Hari yang Indah”