Siapa yang tidak tahu gulali? Jajanan jaman dahulu yang entah sekarang masih ada apa tidak. Saya mencari glali, orang jawa menyebutnya, di hari biasa pasti sulit. Saya biasanya menemuinya pada event khusus dengan teman “jadul” pasti ada.

Makanan sejenis permen ini seperti karamel tetapi lebih lembek. Makannya seperti lolipop dan biasanya rasa gula jawa, atau juga rasa manis biasa atau ada campuran jahe. Warna juga bisa warna warni atau coklat khas gula jawa. Ada yang ditabur wijen atau tepung bubuk kedelai. Terakhir saya makan gulali saat masih SD dan kemarin baru bisa makan lagi saat ada festifal Malang Tempoe Doeloe. Sebuah gulali dihargai 1500 dan awet diemut sampai tenggorokan serik.

Sebenarnya agak tidak tertarik juga membeli gulali, namun gara2 promo yang jual jadi penasaran.

P : ayo glali ne, di emut iso getar..

A : *aku dan temanku mulai melirik yg jual dan penasaran*

P : ayooo cuma 1500..

A : ayo mbon tumbas gulali dua, ntar kita satu-satu

B : mas kok gak geter di emut?

P : itu bambunya digoyang2 aja biar getar.

A & B : wah mbujuk mas e ki, wkwkwk

Saya memang tidak ahli ngemut gulali. Gulalinya meluber ke bambunya, tangan jadi blepotan lengket. Hadow, terpaksa aku bungkus kertas dan lempar buang ke tempat sampah. Karena tidak kuat manis sama enek nya. Dan ternyata memang getar juga, gigiku jadi cenat cenut, emakkkk sakitttt!

Apa kah sahabat masih menemui makanan gulali di saat sekarang