Bulan sudah berada pada angka 5, yang juga pertanda akhir tahun ajarin. Dua atau tiga minggu lagi mungkin sudah di adakan ujian akhir semester dan kenaikan kelas. Suatu minggu-minggu penentuan bagi semua siswa. Tentunya siswa yang berada pada tingkat 1 dan 2 di setiap tingkatan pendidikan.

Berbeda dengan itu, senin depan siswa tingkat akhir di sekolah tingkat pertama dan atas juga siap getir-getir. Hari kelulusan dimana mereka berhak menyandang gelar lulus atau gelas tidak lulus. Dinyatakan punya nilai bagus atau pas-pasan.

Setelah melewati fase itu pastilah semua ingin melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Saya yakin yang mampu ataupun tidak, dalam hatinya ingin meneruskan studi nya sampai jenjang yang lebih tinggi. Hanya mungkin kesempatan yang berbeda.

Dalam hal melanjutkan, pastilah tidak sembarangan dalam mengambil keputusan. Kita tidak mungkin mengambil jurusan yang di masa mendatang tidak memiliki prospek yang baik.

Anak cendurung punya pilihan yang ingin dia masuki. Pasti setiap anak punya ambisi yang kuat. Biasanya yang sesuai dengan apa yang menjadi kemampuannya. Dulu sebenarnya saya berambisi masuk di salah satu perguruan tinggi di bandung, namun seleksi menjatuhkan saya agar menjadi guru saja. Orang tua memiliki peranan penting mengenai masa depan anak. Bukan sebagai seorang dalang. Namun penuntun agar pilihan anak nantinya tepat.

Saya yakin pada beberapa anak akan terjadi konflik antara anak dan orang tua. Saya sendiri melihat dari beberapa siswa bimbel saya begitu. Anak ingin masuk jurusan yang ia impikan, orang tua ingin anaknya masuk jurusan pilihannya. Yang pasti keduanya beranggapan keduanya adalah baik.

Anak menganggap orangtuanya tidak menghargai dia. Dia menganggap dirinya sudah dewasa, sudah punya hak memilih apa yang menjadi impiannya. Sementara orangtua menganggap dirinya pasti memilih jurusan yang tepat, tidak mungkin orangtua memilih sesuatu yang jelek untuk anaknya.

Konflik akan terus berkepanjangan dan justru anak tidak belajar untuk persiapan test. Justru frustasi dengan apa yang terjadi pada dirinya. Justru akan membuat semua jadi tidak baik.

Komunikasi antara orangtua dan anak sangatlah penting. Masing masing harus dapat membuang ego nya. harus salaing mendengar alasan agar nantinya dapat didiskusikan dengan baik. Tanpa perlu adannya konflik.

Perlu diketahui juga, pemilihan suatu jurusan haruslah juga sesuai dengan kemampuan dari anak. Jangan sampai anak tidak berminat di bidang sains tapi masuk kesitu bisa bisa anaknya tidak semangat kuliah. Anak juga jangan memilih jurusan yang sembarangan. Jurusan yang asal masuk karena banyak temannya. Pemilihan jurusan yang sesuai dengan kemampuan anak adalah suatu hal yang baik.

Jadi inti sebenarnya dari masalah ini adalah musyawarah antara anak dan orangtua. Agar nantinya tidak menyesal di kemudian hari. Amin.

Apakah sahabat blogger punya pengalaman tentang masalah ini, entah sebagai anak maupun orangtua?

Salam Blogger!


Ditulis saat duduk lesehan di gerbong terakhir kereta api Penataran tujuan Malang dari Blitar pagi ini. Sambil bergurau dengan penumpang yanga lain. Hehe…