Badanmu semakin kurus,
Lenganmu melegam,
Tapi senyummu terus mengembang,
Itulah ayahku,
Ayah no.1 ku..

Hey ayah lihat, jahitan di bajumu hampir putus, tidakkah engkau ingin membeli baju yang baru?

Tidak usah anakku sayang, ayah lebih senang jika kau membeli buku pelajaran sebagai pengganti baju baru ayah.

Hey ayah lihat sepatumu sudah usang dan akan rusak. Tidakkah kau ingin yang baru untuk bekerja?

Lebih baik ayah belikan sepatu baru untukmu nak, untuk kau pakai menuntut ilmu hingga kau sukses nantinya.

Tak kau pikir harta,
Tak kau pikir kemewahan,
Hartamu adalah aku dan adikku
Kemewahanmu adalah menyekolahkan anakmu,
Kebahagiaanmu adalah melihat kami sukses

Hey ayah lihat, motor mu sudah tua dan sering rusak tidakkah kau ingin membeli motor yang baru.

Ayah akan sedih jika kau tidak bisa sekolah dan kuliah tapi motor ayah baru. Walaupun motor ini lama tapi dengan inilah ayah menghidupi keluarga yang ayah sayangi.

Hey ayah lihat, rumah kita temboknya batako, lantai belum porselen. Tidakkah kau malu jika nanti ada temanmu berkunjung.

Ayah bangga dengan rumah kita, walau sederhana, tapi kau, adik pertamamu mampu ayah kuliahkan dan adikmu yang kecil juga sekolah di kota. Itu yang membuat rumah ini selayaknya istana. Ayah bangga punya anak dengan semangat belajar tinggi seperti kalian.

Hey ayah, aku ingin sepertimu, bolehkah??

Ayah dengarkan,
Betapa sesungguhnya ku mencintaimu,
Kan kubuktikan,
Kumampu penuhi maumu…..

-ada Band-

Untuk Ayah no.1 ku, “Supriyanto” kau telah membuat anakmu ini bangga punya ayah sepertimu.

Salam Blogger!