Ini bukanlah sulap atau sihir. Atau bahkan debus ataupun jaranan yang suka makan paku ataupun beling. Tapi ini adalah paku tumbuhan dan bukan paku besi. Hehe..

Beberapa hari yang lalu si adik bungsu ikut ayah buat ngarit di sawah. Maklum kelinci dan marmut berkembang banyak, jadi pakan mereka juga bertambah banyak. Di sela-sela ngarit adik mencari tumbuhan paku.

Jika di daerah saya namanya pakis, mungkin tiap daerah beda namanya. Karena tumbuhan ini masih jenis paku-pakuan. Mungkin untuk kelas, jenis, spesiesnya Alamendah lebih paham. Paku ini bisa dikonsumsi sebagai sayuran hijau, namun cuma daun yang muda atau masih mlungker (jawa).

Di daerah saya tanaman ini tidak dibudidayakan. Namun banyak juga penjual sayur yang jual ini. Terutama pada musim hujan. Tunas muda banyak bermunculan. Para pedagang biasanya mencari paku di hutan.

Paku ini biasanya enak buat di tumis ataupun kuah. Hayow siapa yang belum pernah makan paku?

salam blogger!