Beberapa hari yang lalu saya melihat sebuah film jepang. Film motivasi yang berjudul sama dengan artikel ini. Pada film ini diceritakan ada seorang guru bahasa Inggris yang memiliki tabiat jelek. Penuh kekerasan saat ngajar dan tidak care dengan siswanya. Tapi masalahnya ada beberapa alumni yang bilang jika sang guru itu hebat, baik dan memberi perubahan besar pada dirinya. Akhirnya ada 3 siswa baru yang berkeingina membuktikan seberapa hebat guru ini. Cuma prolog saja, inti dari postingan ini bukan tentang film. Heheheh

Terlepas dari hal di atas sebenarnya dulu saat Sekolah saya berpendapat. “jadi guru kok enak ya? Liburnya banyak, kerja cuma sampai siang beda dengan PN yang lainnya”

Sekarang saat praktik jadi guru saya baru merasakan bagaimana jadi guru itu. Dan jawabannya adalah jadi guru itu ribet dan capek. Bayangkan setiap mau mengajar kita harus membuat lesson plan, materials, dll yang beda disetiap materi yang diajarkan.

Kita harus dapat menguasai kelas dan mengetahui kejiwaan siswa. Karena dengan mengetahui kejiwaan siswa kita dapat menentukan metode apa yang harus kita pakai dalam pembelajaran. Mengajar itu seni karena setiap mengajar situasi kelas selalu berbeda-beda, sehingga kita dituntut untuk menciptakan suasana yang kondusif. Dan ini perlu pengalaman yang lama.

Belum jika ada siswa yang ujian dan nilainya di bawah standar. Bakalan kepikiran, apa yang salah dalam mengajar saya ya? Apa soalnya tidak valid ya? Atau apa ya?

Dari situlah saya baru sadar kalau jadi guru itu berat sekali. Ada yang bilang jadi guru adalah panggilan hati. Jadi guru harus punya insting mengajar. Dan masih banyak pendapat lainnya.

Tapi jadi guru juga sangat menyenangkan. Melihat siswa yang tekun belajar membuat hati jadi senang. Belum jika ada siswa yang lucu. Atau siswa yang sudah mulai pacaran jadi ada bahan untuk digodain. Dan membawa siswa ke suasana yang santai dan menyenangkan. Saya dapat mengatakan jika “先生はエライ”(teacher are awesome)

Salam Blogger!