Ada yang tahu ibukotanya dosa?

Ibukotanya dosa adalah wajah kita dengan kantor pusatnya adalah mulut.

Kok bisa wajah kita?

Misal kita melihat sesuatu yang aneh, atau tidak pas, dari pandangan kita langsung turun ke mulut. Kita ‘ngrasani’ istilah jawanya, atau kadang kita batin. Atau saat liat orang pakai perhiasan yang banyak. Pasti kita mbatin ‘ini orang toko berjalan atau apa’. Sudah dosa kita. Oleh karena itu kita harus dapat menjaga pandangan dan mulut kita. Karena dosa terbanyak berawal dari wajah kita.

Semoga bermanfaat.

Salam Blogger!

Credit: ceramah ibu hj. Munnawaroh saat pesantren kilat khusus Guru di SMP 2 Malang.