Dalam bahasa jawa banyak penggunaan kata yang sama namun beda situasi. Salah satunya adalah kata ‘dalem’. Sepengetahuan saya ada tiga penggunaan, jika nanti ada lagi akan saya tambahkan. Ok, langsung aja saya mulai.

1. Menjawab sapaan.
Sebelumnya perhatikan dialog ini,

Ayah : Adi…!!
Adi : dalem yah, wonten nopo?

Terjemahan.
Ayah : Adi…!!
Adi : iya yah, ada apa?

kata ‘dalem’ pada dialog diatas adalah sebagai jawaban atas sapaan atau panggilan, namun merupakan bentuk yang sangat halus. Biasanya dipakai saat dipanggil orangtua atau siapapun yang kita hormati.

2. Pengganti “saya”

Perhatikan dialog ini,

Si A : sampeyan sampun maem?
Si B : dalem sampun maem,

Terjemahan.
Si A : kamu sudah makan?
Si B : saya sudah makan.

Penggunaan yang hampir mirip sebenarnya dengan yang pertama. Namun lebih merujuk ke saya sebagai subjek.

3. Menyatakan rumah.

Perhatikan (lagi) dialog dibawah ini.
Guru : dalemipun sampeyan pundi?
Murid : dalem kula blitar.

Terjemahan,
Guru : rumah kamu di mana?
Murid : rumah saya di blitar.

yang ketiga ini sangat beda. Karena menyatakan rumah atau tempat tinggal. Bukan menyatakan saya.

Begitu kaya bahasa daerah kita. Sehingga perlu kita eksplore lebih dalam lagi. Karena jujur saya juga belum paham bahasa jawa. Hehehe. Walau dari lahir sampai besar ada di tanah jawa.

Semoga bermanfaat…
Salam Blogger!