Senryuu (川柳) adalah salah satu puisi jepang. Hampir seperti tembang pucung di jawa. Senryuu juga memiliki aturan tentang banyaknya lajur dan banyaknya suku kata dalam tiap lajur sudah ditentukan, yaitu 5-7-5. Tidak seperti haiku yang juga puisi jepang, senryuu lebih terkesan santai. Sedangkan jika haiku terkesan formal dan formal.

Senryuu lebih mudah syaratnya daripada pucung. Jika pucung terikat yang namanya guru lagu, senryuu tidak. Pucung benar-benar sudah paten aturannya, jika haiku kadang masih memperbolehkan akanya pelanggaran (kebanyakan suku kata)

Perhatikan pucung dan senryuu di bawah ini.

Ngelmu iku kelakone kanthi laku,
Lekase lawan kas,
Tegese kan nyantosani,
Setya budya pangkesing dur angkoro.

がっこうは ga-k-ko-u wa
みんないるから mi-n-na i-ru ka-ra
すごいんだ su-go-i-n-da

Perhatikan banyak barisnya, yang pucung ada 4 baris, senryuu ada 3. Banyak suku kata yang pucung ada 12-6-8-12. Jika senryuu ada 5-7-5. Nah yang satu ini paling istimewa dari pucung karena memiliki akhiran yang paten, yaitu akhiran vokal u-a-i-a. Kalau senryuu tidak ada ikatan. Makanya mungkin membuat pucung lebih sulit dari senryuu.

Berikut senryuu versi Bahasa Indonesia yang saya buat.

marilah kita
budayakan menulis
Di dalam webblog

Hehehe.
Ayo buat senryuu…
Semoga bermanfaat.
Salam Blogger!