Saya sejak lahir sampai SMA hidup di Blitar, Jawa Timur. Baru saat kuliah saya hijrah ke Malang. Letak Blitar dan Malang hanya 2 jam perjalanan saja. Karena memang berbatasan langsung. Namun dialek ataupun logatnya benar-benar beda.

Awal kuliah, kadang saya bingung dengan kata yang di ucapkan. Mulai dari ibu kos sampai teman. Wah, ini bahasa jawa atau bukan ya? Suku jawa sendiri banyak mendiami jawa timur dan jawa tengah serta jogja. Namun setiap daerah memiliki dialek yang beda.

Dialek malang hampir mirip dengan dialek surabaya. Namun yang sangat membedakan adalah di malang sering pakai bahasa terbalik.

Maksudnya?

Misal kata “bahaya”, sering diucapkan “ayahab” pokoknya dibalik. Aku kadang mikir dulu, apa sih maksud kata ini, akhirnya terbiasa sendiri.

Wah, benar-benar seperti di planet lain. Kadang saya pikir ini jawa atau tidak sih?😮 kok beda begini ya?

Kuliah ternyata memperbanyak wawasan tentang dialek-dialek jawa yang lain. Kadang hanya dengan dialek saja, saya bisa menebak ini orang daerah mana.

Teman blogger semua pernahkan punya pengalaman seperti saya? Atau mungkin bercerita singkat mengenai ciri khas dialek di daerahnya?

Salam Blogger!