Postingan ini aku buat berdasarkan pengalamanku. Pengalaman sewaktu naik kereta api tujuan Malang-Blitar. Kereta yang aku naiki ini namanya kereta Penataran pada jam 19.11 malam (tentunya selalu telat), ok langsung aku mulai saja.

Saat perjalanan dari Malang ke Blitar, mungkin sekitar 30 menit setelah keberangkatan aku melihat 3 anak kecil. Umurnya mungkin sekitar 6 dan 5 tahun. Dengan baju yang kusam dan pokoknya blepotan kotor semua.

Mereka bertiga ternyata ngamen, nyanyi sekedarnya berjalan pada lorong kereta api. Anak yang paling kecil membawa bekas gelas minuman mineral untUk diisi sumbangan dari penumpang.

Dibelakang anak yang kecil yang bagian nyanyi, dan yang paling belakang membawa karung besar isinya botol bekas. Jadi saat yang tengah nyanyi, yang melakang tiarap ke bawah dudukan mencari botol bekas.

Pada suatu kesempatan aku dapat bercakap-cakap dengan dia. Aku tanya, “sekolah nggak dik?” salah satu menjawab, “nggak om, kerja saja cari duid buat makan” aku tanya lagi, “emang orang tuanya kemana, kok adik yang kerja?” yang paling besar menjawab, “di rumah, mereka menyuruh kita kerja, daripada sekolah mahal, lagian katanya saya bodoh, jadi nggak perlu sekolah”

Setelah bercakap-cakap aku jadi berpikir, kasihan sekali mereka. Karena mungkin orangtua dan tuntutan biaya hidup atau bisa faktor yang lain. Sekolah memang sepertinya hanya untuk kaum yang mampu.

Padahal mereka masih kecil tapi sudah kerja. Umur saja 10 tahun belum genap. Masa bermainnya juga mungkin hilang. Cuma bisa doakan yang terbaik buat mereka.

Bagaimana komentar semuanya terhadap peristiwa di atas?

salam blogger!