Pada postingan kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya. Pengalaman selama menjadi guru les matematika. Saya sudah menjadi guru les matematika sejak kelas 11 SMA, murid pertama saya 2 siswa kelas 9 SMP dengan kemampuan matematika setara anak kelas 4 SD.

Sebulan penuh saya mengajarkan matematika dari dasar dahulu sampai ke materi SMP. Sempat emosi juga, sekarang di ajarkan besok sudah lupa. Rasanya tidak enak sekali, mengulang-ulang pelajaran yang sudah di ajarkan. Selang sebulan, mereka sudah lumayan bisa, walau masih ceroboh. Batin saya, ini anak 2 apa siap UN.

Akhirnya UN datang juga, semoga mereka lulus. Saat pengumuman saya ikut bingung juga. Lulus apa tidak ya mereka. Akhirnya salah satu dari mereka telpon saya jika lulus. Betapa senangnya mendengar lulus, walau nilai matematikanya pas-pasan. Namun yang satunya lagi tidak lulus. Jadi bingung antara sedih dan senang. Ya mungkin saya kurang baik dalam mengajar, waktu juga satu bulan untuk mempelajari dari dasar. Namun saya dengar keduanya sudah melanjutkan ke SMA dan SMK swasta di Blitar.

Tiga tahun berselang, saya punya 4 murid yang akan menghadapi ujian nasional. Tiga siswa kelas 6 SD termasuk adik saya. Dan satu lagi kelas 9 SMP. Yang paling jadi perhatian saya adalah adik saya sendiri. Anaknya perempuan tapi tomboy sekali. Sehabis pulang sekolah, jika tidak sepak bola pasti mancing. Jika di suruh belajar, sulitnya minta ampun. Saya sendiri sudah harap-harap cemas.

Namun sejak awal kelas 6 SD, dia sudah mulai mau belajar. Setiap sabtu dan minggu saya private bersama 2 anak lagi teman. Dan alhamdulillah target saya tembus. Saya menaksir nilai 3 anak SD ini mungkin cuma 24,00 (3 mata pelajaran, Matematika, ipa dan bahasa Indonesia). Bahkan untuk adik saya, mungkin paling besar 21,00.

Kemarin kamis (17/6) murid SD diberitahu nilai mereka. Alhamdulillah ketiganya dapat nilai rata rata 25. Dua teman adik saya nilai 25,75 dengan nilai Matematika 9,75 dan adik saya sendiri nilainya 25,10 dengan nilai Matematika 10,00. Wah betapa senangnya aku. Murid-muridku berhasil dalam ujian.

Lain halnya dengan yang kelas 9 SMP. Saat try out pasti jatuh terus, nilai cuma rata-rata 7 saja. Wah, mana bisa keterima di SMK negeri anak ini. Bagaimanapun juga saya punya tanggung jawab terhadap nilainya. Namun saat pengumuman dia dapat nilai total 36,25 (rata-rata 9,06) dengan nilai Matematika 9,50 dan B. Indonesia 10,00.

Hal tersebut yang paling membuat senang. Rasanya lega sekali. Mungkin seperti ini rasanya guru jika muridnya sukses. Walaupun cuma sebatas guru les, namun saya sangat senang dengan hal ini. Wish you all the best my pupil.😀

Sekian pengalaman yang saya alami, semoga bisa bermanfaat. Hehe. Salam blogger!