Ini adalah edisi pertama cerita edukatif, sebelumnya buka di sini dahulu untuk penjelasan karakter.

————————

Sore itu hujan kembali turun dengan derasnya. Disertai angin yang bertiup kencang, menambah dinginnya udara. Di ruang keluarga, berkumpullah Rama, Shinta dan ayahnya.

Shinta : Duh, adem banget yah udaranya, brr.

Rama : iya dek, adem banget, gara-gara hujan yang deras dan ada anginnya.

Sang ayah hanya tersenyum melihat kedua anaknya mengeluh dengan dingin. Lalu sang ayah punya inisiatif untuk membuat teh, untuk menghangatkan badan.

Ayah : ayo siapa yang mau dibuatkan teh?

Rama&Shinta : aku! Aku!

Ayah : ok! Tunggu sebentar ya, jangan bertengkar ya.

Rama&Shinta : ok yah!

Sepuluh menit kemudian sang Ayah sudah membawa teh dengan beberapa camilan. Tetapi kedua anak sedang ribut membicarakan tentang angin.

Ayah : lho, anak ayah ini kenapa lagi? Kok berdebat terus.

Rama : ini yah, adek sok tahu banget tentang angin. Masa katanya angin itu uap air makanya jika kena badan jadi dingin.

Shinta : ah, kakak juga gitu. Masa katanya angin itu udara yang bergerak!

Ayah : wah anak ayah lagi berdebat ya masalah angin. Ok akan ayah jelaskan.

Lalu sang Ayah menjelaskan kepada kedua anaknya. Agar tidak berdebat lagi.

Angin adalah suatu udara yang bergerak. Gerakan terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara pada dua tempat. Angin akan mengalir dari tempat dengan tekanan udara tinggi ke tempat dengan tekanan udara rendah.

Rama mendengarkan penjelasan dari ayahnya dengan seksama. Sementara Shinta sibut menulis kata-kata ayahnya pada buku catatan kecil yang dibawanya.

Ayah : udah paham maksud ayah belum? Ini tehnya di minum dulu.

Rama&Shinta : paham ayahku yang pinter, hehe.

Ayah : dasar kalian, ini tehnya.

Sang ayah lalu membagikan teh kepada kedua anaknya. Tehnya masih tawar, jadi mereka harus memberi gula sendiri. Sambil mengaduk shinta berteriak.

Shinta : ouch! Panas sendoknya!

Rama : sukurin, emangnya enak panas.

ayah : udah-udah, jangan kumat lagi ah, nanti bertengkar lagi.

Shinta : iya ne, udah tahu tangan adek panas malah disukurin. Aku cubit ini kakak.

Ayah : baru aja ayah bilang, sudah kumat penyakit bertengkarnya. Ini tisu bwt bungkus sendok biar nggak panas.

Setelah beberapa saat mereka akhirnya tidak bertengkar lagi. Sambil minum teh, sang ayah bertanya kepada anaknya yang perempuan.

Ayah : dik, tahu nggak kenapa sendoknya tadi jadi panas?

Shinta : nggak tahu ayah, mungkin panasnya naik ke atas.

Rama : bukan naik ke atas dik, tapi merambat melalui sendok. Itu namanya konduksi

Lalu sang kakak dengan PD menjelaskan kepada adiknya. Karena di sekolah sudah di ajarkan oleh gurunya.

KONDUKSI adalah perpindahan atau merambatnya panas melalui zat perantara. Perantara biasanya berupa bahan dari logam seperti besi dan bajam. Benda yang mudah menghantarkan panas disebut KONDUKTOR

Shinta : owh begitu ya kak? Nggak salah kan penjelasanya?

Ayah : benar kok penjelasan kakak. Udah-udah ayo diminum tehnya.

Perdebatan akhirnya berakhir dengan mendapatkan 2 ilmu, yaitu tentang angin dan konduksi. Walau cuma sedikit tetapi bermanfaat. Salam!😀