Sudah akhir februari ternyata, begitu cepat hari berganti. Minggu depan sudah bulan maret. Bulan penentuan mungkin untuk pelajar SMP dan SMA. Karena pada bulan itu akan diadakan ujian akhir nasional atau UAN.

Jadi ingat beberapa hari lalu, saat sedang mengikuti matakuliah PPMS 2. Dosen melontarkan pertanyaan untuk didiskusikan. Pertanyaan yang mempunyai beragam jawaban. Begini pertanyaannya.

Ujian Akhir Nasional perlu atau tidak ya?

Memang sebuah pertanyaan kontroversial. Bahkan sampai sekarang, banyak kalangan masih memperdebatkannya. Ada yang yang dengan lantang mengatakan.

UAN itu tidak perlu, masa belajar 3tahun, cuma ditentukan dalam 3hari

ada juga pihak yang mengatakan demikian.

UAN itu perlu untuk mengukur atau menstandartkan pendidikan secara nasional

lalu mana yang benar?
Tidak bisa mengatakan itu semua benar, cukup dikatakan bahwa pernyataannya tidak salah. Karena pasti ada suatU dasar sehingga dapat terlontar pernyataan di atas.

Memang sih UAN itu dirasa sangatlah tidak adil. Karena cuma mengukur kemampuan dalam bidang matapelajaran. Padahal ada bidang lainnya dari pelajar yang mungkin jauh berpotensi. Cuma 3hari? Benar-benar menyulitkan sekali.

Di sisi lainnya UAN juga perlu. Karena untuk menstandardknan pendidikan nasional. Bayangkan apakah pendidikan di daerah jawa dan luar jawa. Apakah sama? Jika kelulusan diserahkan kepada pihak sekolah. Apa tidak akan jadi kacau.

Kacau dalam artian misalkan suatu sekolah X, dengan memiliki input siswa berkemampuan rendah. Karena punya kewenangan dalam meluluskan siswa. Sekolah pasti akan meluluskan semuanya, karena saya yakin tidak ada sekolah yang mau siswanya tidak lulus.

Nah, yang jadi pertanyaan saya. Apakah lulusnya itu benar-benar valid? Sesuai standard kompetensi yang sudah ditetapkan?

Disini saya mulai berfikir, kok kedua pendapat tadi masuk akal ya? *bingung mode: ON*

Namun saya punya sedikit pandangan untUk guru, murid atau pihak yang terkait.

Yang pertama harus dilakukan adalah sejak dini kita harus belajar dengan baik (untuk siswa), mungkin hindari online berlebih yang sedang ngetrend, atau perbanyak waktu belajar.

Yang kedua, Pelajari setiap SK (standard Kompetensi) mata pelajaran inti, karena BNSP menetapkan itu pasti benar-benar dipatok pasti semua bisa mencapai.

Untuk guru, mungkin ini pekerjaan sulit, yaitu harus bekerja ekstra agar para siswanya mampu meraih standart.

Nah, apapun yang terjadi, mau ada UAN atau tidak, jika kita siap dengan apa yang kita pelajari, siapa takut. Tapi yang perlu ditekankan adalah sekolah harus sungguh-sungguh, mengajar juga harus begitu. Jika semuanya melakukan dengan sepenuh hati, insyaallah hasil bisa maksimal.

Itu cuma pendapat saya saja, bagaimana pendapat anda? Perlukah ada UAN?