adalah keadaan dimana seseorang merasa buruk rupa, terganggu dan tidak nyaman terhadap penampilan fisiknya, apalagi kekurangan tersebut sulit untuk diperbaiki, sehingga mereka akan mencurahkan seluruh tenaga dan biaya yang dimilikinya untuk menutupi kekurangan tersebut dan terus menerus memikirkan kekurangan fisiknya. Akan tetapi, jika hal itu tidak membawa hasil,maka mereka akan merasa stres dan depresi, sehingga akhirnya tidak bisa belajar,tidak bisa bekerja, bahkan tidak bisa bersosialisasi. Padahal penderita BDD tidaklah seburuk seperti yang dikira, malah mereka tampak seperti orang biasa lainnya. Pnderita BDD biasanya terlihat pemalu, sulit bertatap mata dan berkomunikasi, juga memiliki rasa rendah diri. Mereka sering menutupi apa yang mereka anggap sebagai kekurangannya, seperti bercermin dan berdandan dalam waktu yang sangat lama. Mereka mengira denga melakukan hal tersebut akan menutupi kekurangannya, padahal justru kecemasannya semakin bertambah. Alangkah baiknya jika teman dan keluarga penderita membantunya dengan memberikan pengertian dan kesabaran terhadap apa yang dirasakan penderita untuk keluar dari masalahnya.

Hal seperti di atas pernah saya alami, awal-awal SMA di mana kita sudah mulai tahu tentang yang namanya pacaran ataupun penampilan. Ya, kebanyakan teman saya yang laki-laki punya badan bagus, muka juga enak lah dilihat, yang perempuan juga cantik-cantik. Kok aku ngerasa jelek sendiri ya diantara mereka, sudah pendek wajah juga pas-pasan, lebih banyak ke jeleknya sih, ehehe!

Memang sih aku agak minder kalau bergaul dengan mereka, apalagi aku bukakn anak orang kaya seperti mereka. Pernah aku benar-benar down dengan keadaanku, terus aku dimarahi sama teman dengan sikapku seperti ini, ya akhirnya aku bisa menerima apa yang telah tuhan beri kepadaku.

Lama kelamaan sudah hilang yang namanya rasa minder, toh temanku juga senang saja bergaul denganku. Aku juga bersyukur karena dapat cepat akrab dengan teman-teman. Dan yang penting di linkungan tempat aku tinggal, aku termasuk salah satu orang yang di hormatin. Hanya dengan punya yang namanya “pintar”, tapi dibilang pintar juga belum, bodoh juga nggak juga. Tapi yang penting banyak orang yang sayang denganku, baik orang tua, teman yang selalu mendukungku. Jadi curhat ni,hehe!

Emang jika kita bersyukur pasti akan diberi rejeki kok, rejeki nggak selalu materi, tapi juga percaya diri dan semangat untuk terus maju. Ganbatte ne!