Wah tidak terasa yang namanya bulan Agustus datang lagi, nggak tahu kenapa bulan ini begitu berkesan sekali bagi saya. Dulu ingat waktu masih kecil tiap agustusan saya ikut yang namanya lomba-lomba yang diadakan di desa saya.

Saya sendiri tidak tahu kenpa kok tiap agustusan selalu diadakan lomba, misalnya balap karung, balap kelereng, makan kerupuk. Apa mungkin adanya suatu pesan dibalik diadakannya lomba.

Sebagai contoh lomba balap karung, menurut pemikiran saya, nilai yg terkandung di dalamnya adalah bahwa pantang menyerah. Seperti dalam perjuangan dulu melawan penjajah jaman dahulu harus pantang menyerah jika ingin Indonesia merdeka!

Memang secara kasat mata (cieh,emangnya apa?) kegiatan lomba-lomba demikian hanya untuk bersenang-senang dalam memperingati kemerdekaan Indonesia. Tetapi terselip pesan yang namanya pantang menyerah.

Saya sendiri tidak tahu seistimewa apa yang namanya Agustus, tetapi warga di desa saya menyambutnya dengan membersihkan kampung dari rumput, mengecat pagar, memasang umbul-umbul disepanjang jalan sampai disetiap gerbang masuk rumah dipasang janur melingkar untuk memperindah pesta Agustusan yang datang setahun sekali.

Memang sebenarnya hal ini dilakukan karena adanya lomba tingkat lingkup kelurahan tentang kebersihan kampung. Tetapi dari antusiasme warga dalam bekerjasama dalam bersih desa patut di acungi jempol, karena belum tentu di kota sifat kekeluargaan dan gotong royong seperti ini masih tersisa.

Yang selalu identik dengan agustusan adalah lomba baris berbaris. Sejak SD saya sudah pernah ikut lomba baris dalam peringatan agustusan. Ya walau tidak menang tetapi lumayan menyenangkan. Berpanas-panas ria, harus sikap sempurna, sungguh menyulitkan saja. Haha!

Memang kedisiplinan dan kerja sama yang baik dalam berbaris sangat diharapkan. Kesempurnaan gerakan pula juga wajib diperhatikan. Memang banyak cara dalam merayakan Agustusan, cara lain yang sangat meriah adalah karnaval budaya.

Memang yang namanya karnaval sangat saya tunggu-tunggu. Selain karena acara yang sangat meriah juga bisa melihat ragam budaya. Di karnaval biasanya menampilkan busana adat, kerajinan sampai pertunjukan spektakuler.

Beginilah secuil makna dari perayaan tujuh belas agustusan. Kita memang generasi yang beruntung karena tidak berperang dalam melawan penjajah. Tapi apa kita tidak perlu berjuang? Wajib, sekerang kita berjuang melawan kebodohan dan ketidak adilan. Mari berjuang!