Hujan asam merupakan masalah lingkungan yang makin berkembang. Penyebab dan dampak dari hujan asam itu telah diketahui. Masalahnya adalah apakah yang dapat kita lakukan untuk mengatasi hal itu?

Air yang menguap dari permukaan air, seperti laut, sungai dan danau menghasilkan tetesan hujan yang akan melarutkan sejumlah gas dari atmosfer. Pada kondisi normal, hujan bersifat asam dengan pH mendekati 5,6 karena adanya gas karbondioksida yang terlarut. Tetapi saat ini terutama di daerah industri pH air hujan mencapai 3-3,5.

Penyebab utama hujan asam adalah limbah dari industri dan polusi dari kendaraan bermotor. Salah satu gas buangan dari industri adalah sulfur dioksida. Gas ini teroksidasi di udara menjadi sulfur trioksida.

Di udara sulfur trioksida bereaksi dengan uap air membentuk larutan asam sulfat yang sangat asam, jika mengenai kulit bisa jadi gatal, sekedar informasi saja larutan asam sulfat adalah isi dari accu basah.

Polutan lainnya adalah nitrogen dioksida yang dihasilkan dari reaksi gas nitrogen dan oksigen pada pembakaran batubara. Senyawa nitrogen dioksida ini larut dalam air membentuk asam nitrat dan gas nitro oksida.

Hujan asam memberikan dampak negatif bagi tanaman, yaitu dapat menghalangi perkecambahan dan reproduksi secara langsung akan meracuni tunas yang halus berikut juga akarnya.

Adapun efek hujan asam pada hewan contohnya pada sistem akuatik dapat menghambat pertumbuhan ikan. Selain itu, hujan asam dapat merusak bangunan. Kandungan sulfatnya bersifat korosif terhadap logam sehingga dapat merusak berbagai bangunan yang terbuat dari logam.

Untuk manusia, hujan asam dapat menimbulkan penyakit gatal, penyakit pernafasan seperti paru-paru, brokhitis dan emphisema.

berbagai cara dapat dilakukan untuk mengatasi hujan asam. Diantaranya emisi dari kendaraan bermotor dapat dikurangi fngan menggunakan catalytic converters yaitu alat yang dapat mengatalis dekomposisi gas nitrogen dioksida menjadi gas nitrogen dan oksigen. Untuk industri dapat menggunakan jenis batubara dan minyak yang mengandung sedikit sulfur (belerang).