Saya terinspirasi menulis ini dari komentar azeez di post’an saya tentang mengapa indonesia kenapa tidak punya 4 musim? Kalau di luar negeri khususnya di eropa karena ada 4 musim maka terdapat pameran busana yang menyesuaikan 4 musim tersebut, misal pameran busana musim panas, mungkin model pakaiannya lebih minimalis untuk menyesuaikan udara yang panas. Musim dingin, busana mungkin lebih penuh bulu-bulu atau yang berfungsi menghangatkan.

Masalahnya disini di Indonesia punya 2 musim yaitu kemarau dan penghujan. Kenapa tidak ada pameran busana musim kemarau dan hujan? Itu pertanyaan dari sodara azeez.

Mungkin untuk musim kemarau hampir mirip dengan musim panas di negara 4 musim, jadi mungkin busana yang menjadi tren juga mirip dengan yang ada disana, mungkin yang menjadi bingung ini yang penghujan.

Waktu hujan memang identik dengan yang namanya payung dan mantel, mungkin para desainer baju dapat berkreasi dengan dua bahan ini. Mungkin bisa membuat variasi mantel dengan memberikan pola khusus, atau membuat pakaian biasa dengan bahan mirip mantel yang tahan ai, bisa juga mendesain wujud payung yang unik menyesuaikan baju. Apapun itu namanya, semoga saja kelak ada pameran seperti ini.

Jika sampai ada pasti indonesia bakal naik daun karena ada pameran busana musim hujan. Wah seru itu kayaknya. Ayo para desainer ada ide nggak?