Ini ada request dari Q-tsune yang katanya disuruh bahas tentang yang banyak adi-nya.

Adigang, Adigung, Adiguna

paribasan (beribahasa) jawa di atas mempunyai arti mengandalkan kekuasaan, keluhuran dan kepinteran.
Memang ketiga hal tersebut memang jauh berbeda.

Jika mengandalkan kekuasaan bisa diinterpretasikan ganda, kekuasaan untuk kebaikan atau keburukan. Jika untuk kebaikan tidak ada malah, jika untuk keburukan mungkin bisa disebut otoriter jika penguasa.

Kalau keluhuran biasanya berhubungan dengan public figure yang baik, tidak mungkin public figure yang buruk di katakan luhur?

Yang terakhir ini saya suka, mengandalkan kepandaian, tetapi masih sama untuk kebaikan juga, bukan untuk melakukan suatu hal yang buruk atau bahkan kriminal yang merugikan.

Ngomong-ngomong tentang paribasan di atas apakah pemimpin kita di Indonesia sudah memiliki ketiganya?