Pernahkah kalian menggali tanah menggunakan cangkul? Pasti akan mudah untuk menciptakan lubang ditanah, tapi tahukah kalian jika alam telah menghabiskan waktu berabad-abad lamanya menciptakan yang namanya tanah dari bebatuan. Pembentukan tanah dimulai dari pelapukan batuan karang.

Akibat pelapukan batuan, terkumpulah pecahan-pecahan batuan dari atas lapisan karang, pecahan ini namanya regolit berasal dari bahasa yunani yang berarti selimut batu. Regoil ini sendiri bukan lapisan tanah tetapi nenek moyangnya tanah.

Karena memiliki sejarah, maka tanah juga memili umur, meskipun tidak berulang tahun. Berdasarkan umurnya, tanah dibagi sebagai berikut.

1. Entisol atau tanah masa kini.
Tanah ini sangat muda. Tanah ini sering berkembang pada dataran banjir di sekitar sungai dan pada tempat terkumpulnya pasir. Karena masì muda, tanah ini hanya berisi sedikit bahan organik. Meskipun begitu tanah nin mungkin subur dan menghasilkan panen yang lebih baik. Lebih dari 12% lahan di dunia tertutup lapisan tanah ini.

2. Inseptisol atau tanah permulaan
Tanah ini agak lebih tua dari entisol. Tanah ini sering digunakan untuk pertanian dan perladangan. Menutupi 16% permukaan tanah bumi.

3. Ultisol atau tanah tua
Ultisol adalah tanah pada tahap perkembangan lebih lanjut atau usia tua. Tanah ini berisi lapisan tanah liat dan mengandung alumunium, dengan sedikit bahan organik dan sedikit zat yang memberikan reaksi kimia. Tanah ini tidak cocok untuk pertanian, kecuali disuburkan dahulu dengan dipupuk. Menutup 8.5% lahan di bumi.

4. Oksisol atau tanah oksida
Tanah ini sangat tua. Tanah ini mengandung senyawa oksigen berupa oksida aluminium dan oksida besi. Tanah ini sering berwarna merah bata akibat oksida besi. Kandungan organiknya sangat rendang, sama sekali tidak cocok untuk pertanian. Menutup hampir 9% permukaan bumi.

(disadur dari buku PR Geografi 2 SMP thn 2002)