Tembang pucung


Pucung adalah salah satu dari 12 puisi jawa (tembang macapat) yang sangat sederhana sekali. Pucung biasa disebut juga dengan pocung. Pucung adalah tetembangan yang digunakan untuk mengingat pada kematikan, karena dekat dengan kata “pocong” yaitu pembungkusan mayat saat mau dikubur. Selain itu pucung juga berarti woh-wohan (buah-buahan) yang memberikan kesegaran. Dan kata “cung” sendiri mengingatkan pada kuncung yang lucu. Oleh sebab itu perkembangan dari tembang ini merujuk kepada hal-hal lucu atau parikan atau bedhekan (tebakan).

Pucung sendiri memiliki watak kendur, tanpa adanya klimaks dan tujuan dalam cerita. Dalam membuat pucung tidak boleh asal-asalan karena ada aturannya.

Berikut aturan dari tembang pucung.
1.Guru gatra = 4
yang artinya tembang ini memiliki 4larik kalimat

2.Juru wilangan= 12, 6, 8, 12
maksudnya tiap kalimat harus bersuku kata seperti diatas. Kalimat pertama 12 suku kata. Kalimat kedua 6 suku kata. Kalimat ketiga 8 suku kata. Kalimat keempat 12 suku kata.

3.Guru lagu= u, a, i, a
akhir suku kata dari setiap kalimat harus bervokal u, a, i, a

berikut contoh tembang pucung.

ngelmu iku kelakone kanthi laku
lekase lawan kas
tegese kan nyantosani
setya budya pengekesing dur angkara

saya sendiri masih belum begitu bisa membuat tembang ini. Selain itu juga agak rumit. Tetapi sebagai pewaris kebudayaan akan berusaha untuk melestarikan, untungnya saya masih bisa melagukannya.ehehe.XP
(source: jv.wikipedia.org dan lain-lain)

About these ads

23 thoughts on “Tembang pucung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s