Hanya Meminta

Yang aku tahu sekarang, cuma merenung. Memanjat doa baik-baik. Lalu memandangmu lekat dari balik kaca.

Sayang, kau masih indah meski kata mereka nyawamu lilin. Akan lumer dan habis, secepatnya.
Continue reading


Dingin

Aku membenci ibu.

Sejak malam berlendir itu, aku mulai menyukai dingin. Meringkuk di bawah AC hingga menggigil, atau merendam tubuhku di air dengan bongkahan es batu.
Continue reading


Kebiri

Aku ingin menjual batangku. Memangkasnya hingga rapi, seperti saat aku menggunduli jembut di atasnya. Muak! Kutasbihkan ketika melihatnya. Dia selalu membodohiku, menipuku selayak keledai. Padahal dia tak berotak.

Aku ingin menyulapnya menjadi kelamin wanita. Kukira dia lebih anteng. Tidak oleng ke sana kemari. Membuat kegaduhan dan membuang lendir ke mana-mana. Ah! Sungguh aku tak ingin melihatnya. Pembawa bencana.

Sejuta, cash, siapa berminat? Bisa untuk pajangan!

Continue reading


hujan sore ini

hujan

 

aku tak bisa melihat hujan yang katanya

banjir sore ini. hanya ada anak itik gelenggeleng

mencari bulunya yang patah sebelah.

 

seharusnya dingin sore ini merusuk hingga

aku tak mau lepas, memeluki angan.

tapi anak itik itu malah menangis

berteriak, “apa kau tak kedinginan?”

 

aku lama lupa semua rasa. bahkan saat

hujan sore ini enggan menampakkan liurnya

yang pernah kurasa panas.

 

2012


Sedikit Cinta

Gambar dari Google.

.

.

“Apa kau sungguh ingin jadi suamiku?”

Dia mengangguk dan memegang tanganku erat-erat, “Tentu saja!”

Duniaku berubah saat itu juga. Terlebih saat dia meminangku di rumah.

“Aku sungguh menyayangimu!” kupeluk dia.  Kusesap aroma tubuhnya. Aroma kesungguhan. Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,394 other followers